Surya/

Berita Kediri

Satgas Antimafia Tanah Polda Jatim Datangi Pihak yang Terlibat Kasus Tanah di Kediri

Sebelumnya, Satgas Antimafia Tanah Polda Jatim telah rampung melakukan gelar kasus tanah milik Sumiati secara tertutup.

Satgas Antimafia Tanah Polda Jatim Datangi Pihak yang Terlibat Kasus Tanah di Kediri
surya/mohammad romadoni
Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri ketika mengeksekusi rumah Sumiati yang sertifikatnya dijaminkan di bank dan berstatus kredit macet. Rumah atau tanah dengan status itu berpotensi menjadi sasaran permainan mafia tanah. 

SURYA.co.id | KEDIRI - Satgas Antimafia Tanah Polda Jatim pekan ini akan mulai menelusuri berbagai pihak yang terlibat kasus adanya indikasi permainan mafia tanah dengan tergugat keluarga Sumiati (70),warga Ngablak Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri.

Kasubdit II Harda Bangtah (harta benda dan bangunan tanah) Ditreskrimum Polda Jatim,
AKBP Yudhistira Midyahwan mengatakan dalam tempo dekat ia bersama anggotanya akan mendatangi seluruh pihak yang terlibat guna mengorek informasi terkait kronologi kasus ini.

"Untuk perkembangan penyelidikan kasus tanah Sumiati rencananya minggu ini kami akan mengkonfirmasi para pihak yang bersangkutan," tutur AKBP Yudhistira Midyahwan kepada SURYA, Rabu (11/10/2017).

Sebelumnya, Satgas Antimafia Tanah Polda Jatim telah rampung melakukan gelar kasus tanah milik Sumiati secara tertutup.

(Merunut Jejak Permainan Mafia Tanah : Belum Dijual Nama Sudah Berubah)

Setelah gelar internal itu laporan itu akan disampaikan ke Direktur Ditreskrimum Polda Jatim.

Yudhistira menjelaskan pihaknya telah mengagendakan untuk mendatangi satu-persatu berbagai pihak yang bersangkutan dalam kasus tanah milik Nenek Sumiati.

Sesuai rencana pihaknya akan mengkonfirmasi berbagai pihak di dua lokasi yang berbeda.

"Ada yang di Kediri ada juga di Surabaya," jelas Yudhistira.

Sayangnya, Yudhistira sekaligus pimpinan Tim Satgas Antimafia Tanah Polda Jatim ini enggan menjelaskan secara struktural terkait konfirmasi ke berbagai pihak itu.

Halaman
12
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help