Surya/

Sambang Kampung

Peluang Usaha- Warga Kampung Nelayan Cumpat Buat Paving dari Kulit Kerang

Paving kerang Cumpat memiliki desain yang unik dan cantik.Paving dari kampung Cumpat ini bahkan beda dibandingkan paving biasanya.

Peluang Usaha- Warga Kampung Nelayan Cumpat Buat Paving dari Kulit Kerang
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Warga RW 2 Cumpat, Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak membuat paving dari kulit kerang, Jumat (6/10). Dengan alat pembuat paving bantuan dari PENS, per hari warga bisa membuat 50 paving. Selain membuat paving, kulit kerang itu juga mereka olah jadi bahan pakan ternak. 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Puluhan tahun limbah kulit kerang di RW 2 Cumpat Kelurahan Kedung Cowek Kecamatan Bulak Surabaya menjadi permasalahan kampung nelayan. Produksi limbah kerang sebanyak 25 kwintal per hari membuat kampung mereka kumuh dan bau.

Ini karena limbah kerang hanya ditimbun atau tak jarang dibuang kembali ke laut. Namun kini, permasalahan limbah itu berhasil dibuat peluang usaha oleh para nelayan.

Kulit kerang yang dulunya tak berdaya jual, diolah menjadi bahan campuran semen untuk membuat paving. Bahkan paving dari kampung Cumpat ini beda dibandingkan paving biasanya. Paving kerang Cumpat memiliki desain yang unik dan cantik.

Kesibukan para nelayan memproduksi paving kerang ini tampak saat Surya.co.id menyambangi kampung Cumpat, Jumat (6/10/2017).

Memanfaatkan hari libur melaut, sekitar 15 nelayan anggota Paguyuban Kelompok Nelayan Bintang Samudra Cumpat serius membuat matras dari kayu yang dipahat untuk desain pencetak motif kerang.

"Kami sedang utak atik membuat desain yang paling pas untuk bagian atas paving khas Cumpat. Bentuknya memang hanya segi enam, tapi toppingnya dikasih kerang macam-macam dari matras ini," ucap Ketua Paguyuban Kelompok Nelayan Bintang Samudra Cumpat, M Ikhsan.

Pria yang juga akrab disapa Simin ini menjelaskan, kini para nelayan sedang membuat paving untuk pesanan dari kecamatan sebanyak seribu paving untuk luasan 10 meter persegi.

Usaha membuat paving ini belum lama dilakukan para nelayan. Alat pembuat paving ini baru tiba sekitar satu bulan lalu. Hasil bantuan penelitian dari PENS Surabaya. Mereka mendapatkan bantuan satu alat untuk pembuat adonan paving, dan satu alat untuk pencetak paving.

"Per hari kami bisa membuat sebanyak 50 paving. Maklum alat pe cetaknya baru satu. Padahal kalau target kami bisa sampai 100 paving sehari," ucap Simin.

Untuk pembuatan paving ini, para nelayan sudah mendapatkan pelatihan dan formula agar menghasilkan paving yang kuat dan tidak keropos.

Halaman
123
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help