Surya/

Berita Surabaya

Pasar Seni Lukis Indonesia Bertahan 10 Tahun, Peserta Tak Hanya Pelukis Idealis

Karya yang dipajang di arena PSLI yang sudah berlangsung sejak tahun 2007 ini pun beragam.

Pasar Seni Lukis Indonesia Bertahan 10 Tahun, Peserta Tak Hanya Pelukis Idealis
surya/istimewa
Dr Hj Faidah, Bupati Jember menjadi model para pelukis di PSLI 2016. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pameran lukisan ternyata masih banyak diminati para seniman untuk gabung memajang karya mereka.

Terbukti di gelaran Pasar Seni Lukis Indonesia (PSLI) 2017 yang masih diadakan di JX International Surabaya ini dipastikan diikuti 193 pelukis.

Mereka akan mengisi 150 booth yang disediakan oleh Sanggar Merah Putih selaku penyelenggara. Para pelukis ini berasal dari berbagai kota di Indonesia, seperti Bengkulu, Lampung, Banten, dan Jakarta.

Selain itu seniman dari kota-kota besar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Bali, Lombok, Kalimantan Selatan.

Dan tentu beberapa pelukis dari Jawa Timur turut memeriahkan PSLI yang berlangsung selama 10 hari mulai 13-22 Oktober 2017.

Karya yang dipajang di arena PSLI yang sudah berlangsung sejak tahun 2007 ini pun beragam.

“Kali ini hadir lukisan abstrak dan kontemporer. Ini menunjukkan PSLI mulai dilirik juga oleh pelukis yang selama ini terjebak oleh dikotomi lukisan idealis dan lukisan pasar,” kata M Anis Ketua Sanggar Merah Putih.

Mengenai target penjualan, Anis yang mantan jurnalis di Surabaya Post ini memasang angka transaksi Rp 3 miliar.

“Tahun lalu nilai transaksinya mencapai Rp 1,7 miliar. Itu dari 358 kaya lukis yang terjual selama 10 hari PSLI 2016,” ungkap Anis.

Ditekankan Anis, target Rp 3 miliar dianggap wajar. Bukan hanya lantaran kondisi ekonomi yang sudah membaik, melainkan apresiasi masyarakat terhadap karya seni pun kian meningkat.

“Selain itu, kualitas dari lukisan juga meningkat, sehingga lebih banyak diminati orang,” paparnya.

PSLI ke 10 yang dijadwalkan dibuka Gubernur Jatim, Soekarwo, Jumat (13/10/ 2017) ini diakui Anis sudah menjadi rangkaian kegiatan Pemprov Jatim dalam rangka ulang tahun Provinsi Jatim yang tahun ini berusia 72 tahun.

Selain pameran karya lukis, selama 10 hari itu juga diadakan beraneka kegiatan.

Antara lain, Mengenang Pemusik Leo Kristi (Sabtu, 14/10), Lomba melukis untuk anak, Minggu (15/10/2017), Festival Musik dan Dance tingkat SMA/SMK se Surabaya (17-19/10), dan Pembacaan Puisi, Jumat (20/10/2017).

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help