Surya/

Sambang Kampung

Manfaatkan Limbah Kulit Kerang, Warga Kampung Cumpat Produksi Bahan Pakan Ternak

Warga kampung nelayan di kawasan Cumpat, Kelurahan Kedung Cowek,Surabaya, sedang merintis usaha pengelolaan limbah kerang menjadi bahan pakan ternak.

Manfaatkan Limbah Kulit Kerang, Warga Kampung Cumpat Produksi Bahan Pakan Ternak
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Warga RW 2 Cumpat, Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak membuat paving dari kulit kerang, Jumat (6/10). Dengan alat pembuat paving bantuan dari PENS, per hari warga bisa membuat 50 paving. Selain membuat paving, kulit kerang itu juga mereka olah jadi bahan pakan ternak. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Warga kampung nelayan di kawasan Cumpat RW 2, Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Surabaya, kini sedang merintis usaha pengelolaan limbah kerang.

Tak hanya dimanfaatkan sebagai bahan campuran paving, limba kerang itu juga bisa untuk bahan pakan ternak. Saat ini, kelompok nelayan kampung Cumpat tengah menguji coba pembuatan pakan ternak dari kulit kerang.

Ketua RW 2 Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Samiadi Santoso mengatakan, alat untuk penggiling kulit kerang dari PENS sudah ada di Balai RW Cumpat.

Alat itu, lanjutnya, diberikan bersamaan dengan mesin untuk penggiling paving dan pencetak paving. Paguyuban Kelompok Nelayan Bintang Samudra Cumpat sudah uji coba pembuatan pakan ternak ini.

"Berdasarkan penelitian mahasiswa di kampung kami, kulit kerang hasil para nelayan ini bermanfaat untuk bahan penguat cangkang telur. Maka kulit kerang bisa diolah untuk pakan ternak, khusus hewan petelur," kata Samiadi, akhir pekan lalu.

Ia menyebutkan, kelompok nelayan sudah menentukan formula pembuatan pakan. Yaitu, dengan mencampurkan dedek (bahan pakan ternak) dengan gilingan halus kulit kerang dengan perbandingan sama.

Samiadi menuturkan, bahan membuat pakan ternak ini sama dengan kulit kerang untuk membuat paving. Hanya saja tingkat kehalusan gilingan kulit kerang lebih tinggi.

"Jika paving kulit kerang digiling halus, nah kalau untuk pakan ternak dihaluskan dua kali lipatnya. Jadi lebih halus, sehingga bisa dicampur dedek, bahan pokok pakan ternak," ucapnya.

Pakan ternak kulit kerang ini lalu di-pack dengan kantong kiloan. Saat ini, pakan ternak berbahan kulit kerang ini sudah mendapat pelanggan. Yaitu, peternakan bebek di Mojokerto dan Jombang.

"Sudah ada pemesan, namun masih mau uji lab lagi untuk kandungannya. Kami uji lab kerja sama dengan Universitas Airlangga," sambung Samiadi.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help