Surya/

Liga 2

Buntut Kericuhan, Persewangi Banyuwangi Didenda Rp 100 Juta dan Dikalahkan 3-0

Dalam keputusan itu tertulis denda Rp 100 juta dan kalah 3-0 karena pemain Persiwangi terbukti tidak berperilaku sportif, respect, dan fair.

Buntut Kericuhan, Persewangi Banyuwangi Didenda Rp 100 Juta dan Dikalahkan 3-0
foto:istimewa/syaiful arif untuk surya.co.id
Aksi kericuhan mewarnai laga PSBK Blitar versus Persewangi Banyuwangi di Stadion Kanjuruhan Kab Malang, Selasa (10/10/2017). 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Komisi Disiplin (Komdis) PSSI akhirnya menjatuhkan denda Rp 100 juta dan kalah 3-0 kepada Persewangi Banyuwangi, terkait insiden bentrok dengan PSBK Blitar.

Denda ini diputuskan setelah Komdis melakukan pertimbangan sesuai fakta-fakta di lapangan, Stadion Kanjuruhan Malang, tempat berlaganya kedua tim, Selasa (10/10/2017).

Dalam keputusan itu tertulis denda Rp 100 juta dan kalah 3-0 karena pemain Persiwangi terbukti tidak berperilaku sportif, respect, dan fair yang menolak berjabat tangan dan disertai ucapan provokasi dari kapten Persiwangi 'ayo tarung hancur-hancuran'.

Sehingga memicu banyaknya protes saat pertandingan yang membuat laga berkali-kali dihentikan, ditambah insiden memukul wasit.

Puncaknya pada menit-86 pemain Persiwangi mengejar dan hendak memukul wasit hingga wasit masuk ke ruang ganti, disertai adu jotos pemain kedua tim.

Dengan pertimbangan itu akhirnya Komdis tegas memutuskan sanksi tersebut.

"Setelah kejadian kemarin, malam (Selasa,red) kami langsung melaporkan hal ini ke PSSI. Informasi yang kami dapat, Persewangi kalah 3-0 dan denda Rp 100 juta," kata Tigor Shalomboboy,Chief Operation Officer PT Liga Indonesia Baru (LIB), saat dihubungi, Rabu (11/10/2017).

Terkait keputusan ini, Persiwangi dapat mengajukan banding apabila merasa keberatan.

Laga Persewania versus PSBK berakhir ricuh dan pertandingan dihentikan pada menit 86. PSBK Blitar telah unggul 1-0 atas Persewangi pada menit 69 hasil gol Prisma Chairul Anwar.

Selengkapnya lihat video berikut:

Penulis: Dya Ayu
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help