Surya/

Bisnis

3.500 Petani Tebu di Lumajang Bakal Terima Pinjaman Modal Dari Pertamina. Ini Nilainya

Sebanyak 3.500 petani tebu di bawah naungan PTPN XI bakal menerima pinjaman modal dari dana PKBL Pertamina. Sebesar ini nilainya...

3.500 Petani Tebu di Lumajang Bakal Terima Pinjaman Modal Dari Pertamina. Ini Nilainya
surabaya.tribunnews.com/sri handi lestari
Dari kiri ke kanan - Komisaris Utama PTPN XI Dedy Mawardi, VP CSR & SMEPP PT Pertamina (Persero) Tbk Agus Mashud S. Asngari, Direktur Utama PTPN XI M Cholidi, dan GM PG Djatiroto Imam Cipto Suyitno, saat meninjau PG Djatiroto di Lumajang, Rabu (11/10/2017). 

SURYA.co.id | LUMAJANG - Sebanyak 3.500 petani tebu binaan PTPN XI bakal menerima pinjaman modal yang bersumber dari dana PKBL (Program Kemitraan Bina Lingkungan), dari PT Pertamina (Persero), Rabu (1110/2017).

Penandatangan kerjasama penyaluran PKBL melalui skema pinjaman dengan bunga 3 persen itu dilakukan PTPN XI dan PT Pertamina (Persero) di lokasi Pabrik Gula (PG) Djatiroto, Lumajang, Rabu (11/10/2017).

"Sebenarnyan kerjasama ini sudah lama, hanya yang saat ini diberikan, nilainya lebih besar yaitu Rp 110 miliar dengan bunga 3 persen. Masa pengembaliannya satu tahun atau saat panen," jelas Muhammad Cholidi, Direktur Utama PTPN XI.

Sementara PKBL yang sudah dikucurkan sebelumnya, bunga masih di angka 6 persen.

Untuk penyalurannya kepada petani, per petani diberikan pinjaman sebesar maksimal Rp 75 juta dengan luasan 4 hektar. Dengan skema itu, terhitung ada sekitar 3.500 petani tebu yang bisa memanfaatkan.

Total jumlah petani dibawah PTPN XI mencapai 13.000 petani. Selain dari PT Pertamina, kucuran dana PKBL yang disalurkan ke petani sebagai modal usaha sejak mulai penanaman, juga berasal dari BUMN lain. Diantaranya dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau Bank BNI serta lainnya.

General Manager PG Djatiroto, Imam Cipto Suyitno menyebutkan, petani tebu di PG Djatiroto berjumlah sekitar 2.000 petani.

"Dari jumlah itu, ada yang mendapatkan kucuran modal PKBL dari BUMN lainnya, sehingga yang dapat dari Pertamina ini nanti dibagi dengan PG-PG lainnya dibawah PTPN XI," jelas Imam.

Karena itu, pihaknya masih menunggu berapa petani dibawah PG Djatiroto yang akan mendapatkan skema ini.

Saat ini, kapasitas produksi dari PG Djatiroto masih 7.500 TCD (Ton Cain per Day). Disaat bersamaan, pihaknya sedang proses revitalisasi tahap II mulai Oktober 2017 ini, pasca masa giling, hingga Mei 2018 mendatang.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help