Surya/

Berita Surabaya

VIDEO - Suroboyo Creative Week 2017 Ajang Pamer Produk Industri Kreatif Surabaya

Pemerintah Indonesia, melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) secara serius memberikan wadah kepada para pelaku industri ekonomi kreatif ini.

Reportase: Pipit Maulidiya

 SURYA.co.id | SURABAYA - Pemilik industri ekonomi kreatif di Surabaya kini tak perlu lagi bingung, bagaimana cara agar bisa terus tumbuh dan memenuhi kebutuhan pasar.

Pemerintah Indonesia, melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) secara serius memberikan wadah kepada para pelaku industri ekonomi kreatif ini.

Ada berbagai cara, salah satunya untuk terhubung terus dengan setiap kegiatan yang mereka selenggarakan melalui web site http://www.bekraf.go.id.

Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mengungkapkan, salah satu kegiatan Bekraf yang berupaya untuk kemajuan Industri Ekonomi Kreatif, adalah terselenggaranya acara Suroboyo Creative Week 2017.

Melalui kegiatan ini, dia berharap dapat menjadi barometer perkembangan terkait riset, karya, data, informasi, kebijakan, serta kapabilitas para pelaku ekonomi kreatif. Khususnya di bidang Desain Komunikasi Visual dan Desain Produk Indonesia.

"Yang jelas kegiatan ini bertujuan agar kita bisa kuasai pasar lokal kita sendiri. Jangan sampai kita diserbu barang luar negeri. Slogan saya lokal first global later, jangan kita bangga bisa laku di luar negeri tapi kita keluar ekspor sedikit, sementara di dalam negeri dikuasi asing, buat apa? Biarkan orang Indonesia mengonsumsi produk Indonesia dengan cara meningkatkan kualitas kita sendiri," tegasnya.

Pada acara kali ini, Bekraf bekerjasama dengan ITS (Institut Teknologi Sepuluh November) untuk membuat integrated event selama seminggu hingga 15 Oktober 2017.

Kerjasama Bekraf turut disambut oleh Joni Hermana, Rektor Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya.

Menurut Joni, Bekraf bisa menjadi wadah bagi pelaku industri ekonomi kreatif sehingga riset yang dilakukan para mahasiswa, khusunya Jurusan Desain Komunikasi Visual dan Desain Produk tidak sia-sia.

"Saya kira ini strategis sekali ya, selama ini kita hanya berkreasi dan menghasilkan karya untuk dilombakan. Tapi hanya berhenti di situ. Dengan adanya Bekraf ini menjadi pengisi dahaga kita. Kita lebih meningkatkan level yang lebih tinggi, supaya hasil yang sudah di buat dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat dan sekaligus meningkatkan ekonomi kita. Terlebih mahasiswa kami DKV dan Desain Produk ITS banyak sekali menghasilkan produk," terangnya.

Kegiatan Suroboyo Creative Week 2017 berlangsung berpindah-pindah tempat.

Selasa (10/10/2017), mereka menggelar kegiatan Creative Talk dan pameran produk kreatif di Dyandra Convention Center.

Kegiatan berlangsung cukup menarik karena mendatangkan para mentor andal di bidangnya.

"Acara ini sangat membantu kami, calon dan para pelaku industri ekonomi kreatif supaya produk lebih matang dan bisa diterima masyarakat. Rangkaian acaranya pun variatif, ada diskusi, ada juga yang membuat produk," kata Annisa Nurlaili, salah satu peserta Suroboyo Creative Week 2017.

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help