Surya/

Ratusan Peserta Lomba Ditantang Ciptakan Robot Sistem Otomasi Industri

Ratusan pelajar dan mahasiswa ditantang menciptakan robot yang dapat dimanfaatkan di dunia industri. Seperti ini suasananya...

Ratusan Peserta Lomba Ditantang Ciptakan Robot Sistem Otomasi Industri
surabaya.tribunnews.com/fatimatuz zahroh
Pascal Dricot, Kepala Otomasi Pabrik PT Siemens Indonesia memberikan pengarahan pada peserta lomba dalam menggunakan TIA Portal Version 14, dalam ajang Siemens SciTech Competition di Gedung Robotika ITS, Selasa (10/10/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Lomba robotika umumnya masih berkutat pada lomba membuat robot permainan, misalnya robot line follower, robot pemadam api, dan lain seabgainya. 

Namun berbeda dengan kompetisi robot bertajuk Siemens SciTech Competition 2017 yang digelar oleh Mechatronic Technology Center bersama Mechatronics and Industrial Automation Research Center Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Selasa (10/10/2017).

Bertempat di Gedung Robotika ITS, sebanyak 442 perserta lomba dari SMA, SMK, universitas di Indonesia unjuk kebolehan membuat robot.

Namun bukan robot sembarangan, melainkan robot mekatronika yang menjawab tantangan dan kebutuhan industri.

Perusahaan elektronik kelas dunia, Siemens, turun langsung memberikan tantangan pada seluruh peserta. Mereka diberikan sejumlah permasalahan dan tantangan simulasi yang berhubungan dengan produksi di dunia industri.

Azrizal Akbar, salah satu peserta dari Teknik Elektro ITS tampak serius membuat simulasi program untuk membuat robot mesin pembuat kopi susu. Tantangan ini setingkat lebih tinggi dibandingkan dengan babak sebelumnya saat peserta diminta membuat simulasi packaging produk.

"Ini tahap semifinal, kami diminta untuk membuat logika untuk mesin pembuat kopi susu. Kami membuat simulasi agar pelanggan cuma meletakkan gelas saja dan memilih minuman yang ingin mereka minum," kata Akbar.

Mendapat soal seperti itu, mereka diminta membuat program, misalnya pelanggan ingin membuat kopi, maka gelas akan bergeser dua senti ke kanan. Lalu jika pelanggan ingin membuat kopi susu maka gelas akan digeser ke arah kanan, kalu bergeser ke arah kiri.

Lama waktu bergeser, arah pergeseran, dan tinggi volume cairan yang dituangkan harus dimasukkan secara teliti oleh peserta. Jangan sampai ada yang tidak berjalan atau salah langkah.

"Nanti di babak final, sistem simulasi kita yang sudah berjalan akan diujicobakan ke alat milik Siemens. Yaitu TIA Portal Version 14, kalau simulasi programnya jalan berarti berhasil," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help