Surya/

Musim Hujan di Depan Mata, Tanah Longsor Ikut 'Menghantui', Kenali Jenis dan Tanda-tandanya

Seiring intensitas curah hujan yang meningkat, risiko bencana alam seperti banjir dan tanah longsor pun kian tinggi.

Musim Hujan di Depan Mata, Tanah Longsor Ikut 'Menghantui', Kenali Jenis dan Tanda-tandanya
surya/m taufik
Lokasi longsor di Dusun Dlopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk. Kamis (13/4/2017). Beberapa permukiman penduduk di kawasan itu juga dinyatakan rawan karena dekat dengan titik longsor. 

SURYA.co.id - Sebagian wilayah di Indonesia mulai diguyur hujan hampir setiap hari. Tampaknya, musim hujan tahun ini telah tiba.

Seiring intensitas curah hujan yang meningkat, risiko bencana alam seperti banjir dan tanah longsor pun kian tinggi.

Tanah longsor terjadi ketika air yang meresap ke dalam tanah menambah bobot tanah.

Jika air menembus sampai tanah kedap air yang berperan sebagai bidang gelincir, maka tanah menjadi licin dan tanah pelapukan - yang terdiri dari sebagian besar lempung dengan sedikit pasir - di atasnya akan bergerak mengikuti lereng dan keluar lereng.

Ada enam jenis tanah longsor, yakni longsoran translasi, longsoran rotasi, pergerakan blok, runtuhan batu, rayapan tanah, dan aliran bahan rombakan. Simak penjelasannya berikut ini.

1. Longsoran translasi

Longsoran translasi adalah bergeraknya massa tanah dan batuan pada bidang gelincir berbentuk rata atau menggelombang landai.

2. Longsoran Rotasi

Longsoran rotasi adalah bergeraknya massa tanah dan bantuan pada bidang gelincir berbentuk cekung.

3. Pergerakan blok

Halaman
123
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help