Surya/

Berita Ekonomi Bisnis

HSBC Genjot Pasar lewat Produk Wealth Management

Produk manajemen keuangan yang agresif disosialisasikan Bank HSBC Indonesia adalah produk untuk investasi biaya pendidikan dan pensiun.

HSBC Genjot Pasar lewat Produk Wealth Management
surya/sri handi lestari
Steven Suryana Head of Wealth Management PT HSBC Indonesia (tengah) dalam roadshow di Surabaya, Selasa (10/10/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Bank HSBC Indonesia mulai agresif mengembangkan pasarnya untuk produk wealt management atau manajemen keuangan untuk pendidikan dan pensiun.

Untuk pasar Surabaya dan Jawa Timur, pihaknya memanfaatkan jaringan kantor bank yang bertambah setelah berintegrasi dengan Bank Ekonomi Raharja.

Steven Suryana, Head of Wealth Management PT HSBC Indonesia, mengatakan, saat ini masyarakat Indonesia sudah cukup tanggap dan peduli dengan manajemen keuangan.

"Karena itu, kami gelar roadshow di beberapa kota untuk terus melakukan edukasi. Meski masyarakat sudah awareness, sosialisasi dan edukasi manajemen keuangan tetap masih diperlukan," jelas Steven, di sela kegiatan di Surabaya, Selasa (10/10/2017).

Produk manajemen keuangan yang agresif disosialisasikan Bank HSBC Indonesia adalah produk untuk investasi biaya pendidikan dan pensiun.

Diakui Steven, trend masyarakat Indonesia untuk menyekolahkan anaknya di luar negeri semakin besar. Tak hanya itu, untuk melanjutkan pendidika S2 juga tinggi. Karena itu, pihaknya memberikan manajemen keuangan untuk investasi di biaya pendidikan secara jangka panjang.

"Karena biaya pendidikan semakin meningkat bersamaan dengan inflasi. Bahkan bisa lebih tinggi dibanding inflasi. Karena itu, manajemen keuangan yang kami tawarkan adalah jangka panjang, namun tetap memberikan pilihan bagi konsumen sesuai dengan kemampuannya," jelas Steven.

Sedang untuk manajemen keuangan pensiun, Steven menyebutkan masih banyak pilihan bagi para pekerja yang bisa mendapatkan manfaat saat usia pensiun di Indonesia yang umumnya diatas 55 tahun.

Steven mengatakan Jatim merupakan salah satu pasar terpenting untuk pengembangan bisnis, layanan serta kontribusi HSBC di Indonesia.

Apalagi, Surabaya memiliki peran strategis dalam perekonomian daerah dan nasional karena jumlah penduduknya yang mencapai 3 juta jiwa.

"Bahkan beragam potensi lokal seperti perdagangan, perikanan, industri kreatif, pariwisata dan manufakturnya terus dikembangkan," tambah Steven.

Adapun sebelum melakukan integrasi dengan Bank Ekonomi Raharja, HSBC hanya ada di 5 kota tetapi setelah integrasi kini ada pelayanan perbankan di 12 kota, dengan total 99 cabang di Indonesia. Untuk Kota Surabaya sendiri dari 3 cabang kini menjadi 11 cabang.

Steven menambahkan HSBC Indonesia memiliki 3 bidang layanan yakni retail banking, wealth management dan commercial banking. Untuk commercial banking, pihaknya memiliki layanan trade finance, cash management, fasilitas modal kerja, hingga pinjaman jangka panjang.

Dia mengatakan HSBC sempat melakukan survei terhadap nasabah di Indonesia tentang pentingnya investasi. Dari 10.000 responden, hampir 4 dari 5 orang berbicara kebahagian keluarga dan kesehatan.
Dan hampir 8 dari 10 keluarga fokus untuk pendidikan anak dibandingkan investasi pensiun.

"Memang kenyataannya 1 dari 2 orang Indonesia belum siap untuk pensiun dan ketika pensiun dia merasa masih harus bekerja karena keuangannya belum mencukupi. Hal seperti ini yang kami presentasikan kepada nasabah bahwa pentingnya investasi," tandas Steven.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help