Surya/

Lapor Cak

Dua Tahun Air PDAM di Surabaya Kotor dan Tak Layak Konsumsi

Warga di kawasan jl Plampitan, Surabaya, mengeluhkan kualitas air dari PDAM yang kotor dan tidak layak konsumsi.

Dua Tahun Air PDAM di Surabaya Kotor dan Tak Layak Konsumsi
surabaya.tribunnews.com/fatkhul alami
Salah seorang warga Jl Plampitan XI Surabaya, Tama, memperlihatkan bak mandi di rumahnya yang mengandung endapan warna hitam dan kotoran dari air PDAM yang mengalir ke rumahnya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kualitas air yang diproduksi dan didistribusikan oleh PDAM Surya Sembada, dikeluhkan oleh warga Jl Plampitan XI, Surabaya. 

Mereka mengeluhkan kualitas air yang kotor, menimbulkan endapan, serta tidak layak konsumsi.

Hal ini sudah dirasakan warga dalam dua tahun terakhir ini. Air PDAM yang seharusnya layak untuk diminum dan dipakai memasak, ternyata oleh warga setempat hanya untuk mandi dan mencuci.

Air dari PDAM yang kotor dan akhirnya menimbulkan endapan warna hitam seperti kumpulan pasir, bisa ditemui di rumah-rumah warga.

Seperti air PDAM yang mengalir ke rumah Tama Harja (51), warga yang tinggal di Jl Plampitan XI/88 Surabaya ini.

"Sudah dua tahunan ini, air PDAM kotor dan kualitasnya tidak layak untuk minum dan memasak. Ada endapan warna hitam, seperti lumut begitu," tutur Tama, Selasa (10/10/2017).

Ia yang tinggal dalam satu rumah bersama lima anggota keluarganya mengaku tidak nyaman dengan kualitas air PDAM. Keberadaan air PDAM yang mengalir di rumahnya hanya dipakai untuk mendi dan mencuci.

Untuk minum dan memasak, Tama mengaku, dirinya dan keluarga memakai air produksi kemasan. Dalam satu minggunya, keluarga Tama minimal menghabiskan enam galon air produk kemasan.

Menurut Tama, tidak hanya rumah dirinya kualitas air PDAM kotor dan layak konsumsi. Tetangganya di Jl Plampitan XI dan juga Plampitan X, juga merasakah kualitas air PDAM yang kotor.

"Di daerah ini (Jl Plampitan XI dan Plampitan X) sebanyak 90 persen warganya memakai air kemasan untuk minum dan memasak. Air PDAM hanya dipakai mandi dan cuci-cuci saja," aku pria yang bekerja sebagai wiraswasta bidang jasa ini.

Halaman
12
Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help