Surya/

Industri Kreatif

Bekraf Dorong Pelaku Industri Kreatif Gabung Bisma

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia mendorong agar para pelaku industri kreatif di Indonesia gabung Bisma. Ini keuntungannya

Bekraf Dorong Pelaku Industri Kreatif Gabung Bisma
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Salah satu mahasiswa, pelaku industri kreatif memajang hasil karyanya pada pameran Suroboyo Creative Week 2017 di Dyandra Convention Center, Selasa (10/10/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Jumlah industri kreatif di Indonesia, menurut Wawan Rusiawan, Direktur Riset dan Pengembangan Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) terus meningkat.

Dengan kondisi seperti ini, ekonomi kreatif dipercaya dapat menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia di masa depan. 

Wawan menjelaskan, berdasarkan perhitungan BPS dengan Bekraf, pada 2015 silam, ekonomi kreatif di Indonesia telah berkontribusi sekitar Rp 842 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). 

Hingga akhir 2017, angka itu diharapkan meningkat hingga Rp 1.000 triliun. 

"Tenaga kerja di bidang industri kreatif menembus 16,9 juta (2016) dan ekspor yang kita lakukan mencapai 2 Miliar. Jika dilihat dari aplikasi Bisma (Bekraf Information System on Mobile Application), lebih dari 5 ribu unit usaha ekonomi kreatif terdaftar di seluruh Indonesia," jelasnya, Selasa (10/10/2017) saat ditemui di acara Suroboyo Creative Week 2017, di Dyandra Convention Center Surabaya.

(Baca: VIDEO - Seperti Ini Suasana Pameran Industri Kreatif Suroboyo Creative Week 2017)

Kepala Bekraf, Triawan Munaf juga berharap para pelaku ekonomi kreatif mau bergabung dan mendaftar ke aplikasi Bisma. 

"Bisma atau Bekraf Information System on Mobile Application ini untuk membantu pelaku industri ekonomi kreatif. Semua pelaku ekonomi kreatif diharapkan mau mendaftar dan memiliki database. Karena kelemahan kita itu, tidak memiliki big data. Padahal itu penting," pesan Triawan Munaf. 

(Baca: Dapat Hak Cipta Industri Kreatif Ternyata Mudah. Begini Caranya)

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help