Surya/

Road to Election

Baliho Petahana Mulai Marak, Panwaskab Jombang Belum Bisa Bertindak, Ini Alasannya

Baliho berukuran raksasa tersebut mulai menghiasi Kabupaten Jombang, dengan tulisan yang bernada kampanye.

Baliho Petahana Mulai Marak, Panwaskab Jombang Belum Bisa Bertindak, Ini Alasannya
surya/sutono
Baliho Nyono Suharli di Jalan Raya Surabaya-Madiun 

SURYA.co.id | JOMBANG - Baliho yang bernada kampanye mulai marak.

Salah satunya bergambar Bupati Jombang Nyono Suharli yang dipastikan maju lagi dalam Pilbup Jombang 2018.

Baliho berukuran raksasa tersebut mulai menghiasi Kabupaten Jombang, dengan tulisan yang bernada kampanye.

Padahal, saat ini secara resmi belum masuk tahap pendaftaran pasangan calon (paslon) ke KPU setempat, lebih-lebih tahapan kampanye.

Pantauan di lapangan, baliho petahana antara lain terlihat gerbang masuk Kabupaten Jombang tepatnya di Kecamatan Mojoagung.

Di situ terpasang dua baliho besar bergambar Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko.

Tulisannya, 'Sahabat Mas Nyono, Ayo Diteruskan Bupati Periode 2018 - 2023, Lanjutkan Jombang Sejahtera untuk Semua'. Keberadaan baliho terlihat mencolok.

Ketua Panitia Penganwas Pemilu Kabupaten (Panwaskab) Jombang, Nur Kasanuri mengatakan, saat ini belum bisa menindak maraknya baliho gambar yang mengatasnamakan bakal calon bupati maupun bakal calon wakil bupati di wilayah Jombang.

“Kami Panwaskab Jombang belum bisa bertindak lebih jauh karena memang kami belum bisa menjangkau hal tersebut. Karena hingga saat ini belum ada penetapan paslon oleh KPU,” ujarnya kepada Surya, Selasa (10/10/2017).

Disampaikan, pihaknya sejauh ini hanya bisa mengimbau agar estetika tetap terjaga di Kabupaten Jombang.

Seyogyanya baliho tidak mengganggu keindahan tata kota sebagai mana diatur dalam perda penempatan reklame atau baliho.

Penulis: Sutono
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help