Berita Banyuwangi

Sinta Nuriyah Wahid Hadiri Pergelaran Gandrung Sewu di Pantai Boom Banyuwangi

“Pada awalnya Gandrung Sewu kami gelar untuk mengenalkan kemegahan budaya Banyuwangi ke khalayak luas," ujar Bupati Anas.

Sinta Nuriyah Wahid Hadiri Pergelaran Gandrung Sewu di Pantai Boom Banyuwangi
surya/haorrahman
Penampilan Gandrung Sewu 2017 di Pantai Boom Banyuwangi, Minggu sore (8/10/2017). 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Gandrung sewu merupakan event budaya yang masuk dalam rangkaian Banyuwangi Festival. Kini Gandrung Sewu telah menjadi ikon pariwisata Banyuwangi.

Pertunjukan tari kolosal ini telah menjadi salah satu event budaya daerah yang paling ditunggu-tunggu oleh para wisatawan.

“Pada awalnya Gandrung Sewu kami gelar untuk mengenalkan kemegahan budaya Banyuwangi ke khalayak luas. Kini kami bersyukur, Gandrung Sewu telah menjelma menjadi salah satu ikon pariwisata favorit Banyuwangi yang sangat dinanti oleh semua orang,” kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Minggu (8/10/2017).

Sejak siang penonton telah memadati Pantai Boom Banyuwangi, yang menjadi tempat penyelenggaraan Gandrung Sewu. Padahal Gandrung Sewu baru dilaksanakan pada pukul 16.00.

Bahkan banyak para tokoh yang khusus datang untuk menyaksikan Gandrung Sewu. Tahun ini Gandrung Sewu juga dihadiri sejumlah tamu istimewa, di antaranya istri Presiden keempat RI KH Abdurrahman Wahid, Ibu Sinta Nuriyah Wahid.

Selain itu, juga ada artis Feny Rose dan Denada, yang juga datang untuk menyaksikan Gandrung Sewu.

Gandrung Sewu, menurut Anas, selama ini memperkuat posisi Banyuwangi dalam peta persaingan pariwisata di Indonesia.

”Pantai menjadi salah satu destinasi wisata alam andalan di Banyuwangi. Lewat event ini, kami menjual event budaya sekaligus destinasi alam. Gandrung Sewu terbukti telah menjadi daya tarik pariwisata Banyuwangi,” kata Anas.‎

Selain itu, lewat Gandrung Sewu memupuk rasa cinta Tanah Air lewat seni. Anak-anak muda memahami bahwa Indonesia sangat beragam budaya.

"Saya sampaikan ke mereka, bahwa keberagaman itu adalah modal untuk membangun bangsa, jangan dijadikan alasan perpecahan," imbuh Anas.

Kini mendapatkan ribuan penari bukan hal sulit bagi Banyuwangi. Bahkan, tiap tahun harus diadakan seleksi di tingkat kecamatan, karena ada sekitar 3.000 calon penari.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, MY Bramuda mengatakan, Gandrung Sewu dipersiapkan sejak 1,5 bulan lalu mulai dari proses seleksi hingga pelaksanaan.

"Dulu kami mencari peserta, kini peserta yang datang pada kami. Saat seleksi saja terdapat 3000 lebih siswa yang ikut seleksi," kata Bramuda.

Gandrung Sewu diikuti oleh siswa mulai Sekolah Dasar (SD) hingga mahasiswa.

Penulis: Haorrahman
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help