Surya/

Citizen Reporter

Pohon Asuh Siswa Kapedi

setiap siswa memiliki satu tanaman atau pohon asuh yang harus mereka rawat setiap hari hingga bertumbuh subur dan asri ...

Pohon Asuh Siswa Kapedi
istimewa
ilustrasi 

Reportase Widayanti SPd
Guru SDN Kapedi I Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep

PENDIDIKAN karakter harus ditanamkan sejak dini. Seperti yang dilakukan siswa SDN Kapedi I Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Madura ini. Dalam upaya penanaman kepekaan anak terhadap lingkungan sekitar sekolah dengan program pohon asuh dan sasisatol. Setiap pagi mereka membawa air dalam botol kemasan 1,5 liter dan menyiramkannya pada tanaman asuhan mereka yang ada di depan kelas masing-masing.

Pohon asuh adalah program sekolah yang mewajibkan semua siswa bahkan gurunya memiliki satu atau beberapa pohon yang menjadi tanggung jawabnya. Pohon ini diberi data, baik nama pohon sekaligus nama pengasuhnya.

Pengasuh ini bertanggung jawab penuh terhadap pohon, baik menyiram dan merawatnya. Apabila tanamannya mati, pengasuh wajib mengganti pohon serupa atau bisa pohon lain yang terlebih dahulu didata oleh guru kelas masing-masing.

Program pohon asuh ini bertujuan melatih kepedulian siswa terhadap keasrian dan kebersihan lingkungan dan menanamkan karakter tanggung jawab terhadap, selain itu dengan adanya program ini meringankan beban penjaga kebun yang menjadi penanggung jawab semua tanaman dan toga di lingkungan sekolah.

Biasanya para siswa yang merawat pohon asuhnya menyiram langsung tanaman mereka menggunakan air kran yang ada di wastafel di taman masing-masing kelas. namun sejak berkurangnya debit air di lingkungan sekolah saat musim kemarau, penggunaan air harus benar-benar dihemat. Terutama diprioritaskan untuk kamar mandi dan wudhu.

Untuk menangani masalah penyiraman tanaman, kepala sekolah memberikan amanat yang disampaikan saat upacara bendera, Senin (25/9/2017), agar setiap siswa membawa sendiri sebotol air untuk disiramkan pada pohon asuhan mereka. Satu siswa satu botol atau sasisatol.

“Sekolah kami memang jauh dari sumber air, saat musim kemarau air di sekolah tidak cukup lagi untuk menyiram semua pohon yang ada, untuk itu sebagai upaya menyelamatkan pohon dari kekeringan, setiap siswa dihimbau untuk membawa sendiri sebotol air untuk disiramkan pada pohon asuhnya. Dengan gotong royong dengan sebotol air ini tidak memberatkan siswa dan membuat tanaman di sekolah tetap asri,” ujar Johar Bahri, Kepala SDN Kapedi I.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help