Surya/

Road to Election

Cagub Jatim dari Gerindra Tinggal Tunggu Rekomendasi Prabowo

Hingga kini Gerindra belum memutuskan cagub yang akan mereka usung di Pilgub Jatim 2018 mendatang. Katanya, masih menunggu rekomendasi dari Prabowo.

Cagub Jatim dari Gerindra Tinggal Tunggu Rekomendasi Prabowo
surabaya.tribunnews.com/Bobby Constantine Koloway
Sekretaris DPD Gerindra Jawa Timur Anwar Sadad 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Jatim, Anwar Sadad menyebut pihaknya belum akan menurunkan rekomendasi terkait calon gubernur Jatim yang akan diusung di Pilgub Jatim 2018 mendatang.

Meskipun demikian, pihaknya terus mematangkan mekanisme proses penjaringan.

Di antaranya dengan menyerap aspirasi dari pengurus daerah melalui Rapat Koordinasi Daerah Pemilihan (Rakordapil di Pasuruan, Sabtu (7/10/2017).

"Banyak yang memberikan pernyataan sekaligus pertanyaan terkait figur yang akan diusung oleh Gerindra. Kami tampung semuanya," kata Sadad kepada Surya, Minggu (8/8/2017).

Anggota DPRD Jatim ini mengatakan, saat ini tahap penjaringan telah sampai di tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

Berikutnya, Gerindra Jatim tinggal menunggu rekomendasi dari Ketua Dewan Pembina Gerindra, Prabowo Subianto.

"Rekomendasi yang kami keluarkan masih menunggu perintah dari Pak Prabowo Subianto, selaku Ketua Dewan Pembina kami," sebutnya.

Pada pemilukada 2018 di Jatim mendatang mendatang, partai berlambang kepala garuda ini memasang target tinggi, yakni menang di seluruh wilayah daerah penyelenggara pilkada.

"Target kami, 18 pemilukada dan satu pilgub harus menang 100 persen. Selain itu, minimal 50 persen di antaranya yang maju merupakan kader Gerindra sendiri," tegas politisi asal Pasuruan ini.

Sebab, menurut Sadad, kemenangan di Pilkada mendatang merupakan ajang pemanasan dalam menghadapi pemilihan legislatif dan pemilihan presiden di 2019.

"Target di 2019, Gerindra harus menang. Kemudian, Pak Prabowo menjadi presiden kedelapan sekaligus kami rebut kekuasaan secara konstitusional," pungkasnya. 

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help