Surya/

Berita Sidoarjo

Bawa Parang, Komplotan Pencuri Sepeda Pancal di Sidoarjo Tak Ragu Melukai Korbannya

Komplotan pencuri spesialis sepeda pancal di Sidoarjo tak akan segan melukai pemilik sepeda.

Bawa Parang, Komplotan Pencuri Sepeda Pancal di Sidoarjo Tak Ragu Melukai Korbannya
surya/irwan syairwan
Komplotan Pencuri Spesialis Sepeda Pancal di Sidoarjo 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Komplotan pencuri spesialis sepeda pancal di Sidoarjo tak akan segan melukai pemilik sepeda.

Hal ini terungkap, karena saat ditangkap petugas Polsek Waru, ketiga komplotan ini membawa senjata tajam (sajam).

Kanitreskrim Polsek Waru, Iptu Untoro, saat rilis kasus perkara, Sabtu (7/10/2017), mengatakan para pelaku membawa sajam berupa parang ketika menjalankan aksinya.

"Dan menurut keterangan tersangka, mereka tak akan segan menggunakannya jika diketahui pemilik," kata Untoro.

Kendati demikian, lanjutnya, para tersangka ini belum pernah memakai sajam tersebut ke para korban.

Ketiga tersangka ini semuanya merupakan tetangga yang tinggal di Rungkut, Surabaya.

Aksi terakhir mereka di Perum Catlya Waru gagal karena saat akan menggondol sepeda pancal merek Trek 6300 milik Rusli Kurnia (22) ketahuan satpam perumahan.

"Satpam teriak kepada para pelaku, yang kemudian orang-orang perumahan langsung keluar. Karena kalah jumlah, para pelaku sempat lari, namun akhirnya ditangkap warga. Beruntung, sebelum jadi bulan-bulanan warga, ada anggota kami yang tengah patroli sehjngga pelaku bisa langsung diamankan," sambungnya.

Untoro menerangkan meski nilai jual sepeda pancal tak setinggi sepeda motor, para pelaku bisa menggondol lebih banyak dan juga minim risiko jika dibanding sepeda motor.

"Hasilnya penjualannya dipakai untuk pesta miras," ungkapnya.

Ketiga pelaku ini akan dikenakan Pasal 53 Jo Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan, yang ancaman hukumnya maksimal dua tahun.

Penulis: Irwan Syairwan
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help