Surya/

Citizen Reporter

Menikmati Wisata Petik Apel Duwet Krajan

jangan datang lalu pulang, nginaplah barang semalam di rumah warga, nikmati harumnya kopi di pagi hari sebelum ke kebun memetik apel manalagi ...

Menikmati Wisata Petik Apel Duwet Krajan
pixabay.com
ilustrasi 

Reportase Satriya Nugraha
Majelis Pertimbangan Karang Taruna Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Malang

DESA Duwet Krajan, di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, berada di ketinggian 850 - 1050 meter di atas permukaan laut. Memiliki udara bersih dan sejuk karena berdekatan dengan pegunungan Tengger. 

Selain wisata air terjun Sumber Pitu, air terjun Coban Kembar, di Duwet Krajan ini menawarkan wisata petik apel manalagi.

Nah, semua itulah yang saya nikmati saat menerima undangan Kades Duwet Krajan saat mengadakan ritual air suci adat karo sekaligus tradisi bersih desa pada 14 September 2017.

Ritual adat karo pun dimulai saat tarian tradisional Tengger dimainkan diiringi gamelan. Ritual yang diadakan di sumber air Gubuk Klakah itu juga dimainkan di areal perkebunan apel dan selanjutnya ditarikan di pohon leluhur keramat di Dusun Tosari. Baru di malam harinya digelar tayuban semalam suntuk.

Wisata petik apel sendiri dikelola kelompok sadar wisata (pokdarwis) Madusari atau manungale Duwet Swaru Tosari yang merupakan embrio dari kumpulan kaum muda petani apel yang menggalang kesadaran membangun desa ekowisata apel Duwet Krajan.

Pokdarwis Madusari ini lahir untuk menstabilkan harga apel apabila panen raya bersamaan waktunya dengan panen buah musiman lainnya seperti mangga dan rambutan.

Demi meningkatkan permintaan apel, pokdarwis mempromosikan dan menggiring calon pembeli datang ke Duwet Krajan. Menikmati wisata air terjun Sumber Pitu, Coban Kembar, sekaligus wisata petik apel manalagi, menjadi paket wisata lengkap yang ditawarkan Duwet Krajan.

Harapannya, wisatawan akan membeli langsung di tingkat petani apel. Pengunjung pun tak sekadar datang lalu pulang. Pokdarwis Madusari juga menyediakan homestay di rumah warga.

Mereka bisa merasakan sensasi hidup bersama di tengah keluarga petani apel, minum kopi bersama di dapur rumah warga dengan tunggu berbahan kayu bakar, sarapan menu khas desa, sebelum wisata ke air terjun dan ke kebun untuk memetik apel.

Sungguh nikmat bukan?

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help