BREAKING NEWS - Lagi, Dua Suporter Bonek Jadi Tersangka Pengeroyokan Anggota PSHT

Polisi kembali menetapkan 2 tersangka baru dalam insiden pengeroyokan oleh oknum Bonek terhadap anggota PSHT. Ini Inisialnya...

BREAKING NEWS - Lagi, Dua Suporter Bonek Jadi Tersangka Pengeroyokan Anggota PSHT
surabaya.tribunnews.com/fatkhul alami
JS dan SS, dua tersangka baru dalam kasus pengeroyokan terhadap anggota PSHT di Surabaya, Jumat (6/10/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Satreskrim Polrestabes Surabaya menepati janjinya untuk terus mengembangkan kasus pengeroyokan yang dilakukan oknum suporter Bonek terhadap dua anggota perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).

Setelah sebelumnya menetapkan 2 orang sebagai tersangka dalam pengeroyokan terhadap anggota PSHT, Jumat (6/10/2017), polisi kembali menetapkan 2 orang lagi sebagai tersangka

Kini, dua orang lagi yang ditetapkan sebagai tersangka adalah JS (38) dan SS (20). Keduanya jadi tersangka karena diduga menyebarkan ujaran kebencian atau menghasut lewat media sosial. 

"Setelah kemarin menetapkan dua tersangka pelaku, hari ini (6/10/201) kami tetapkan dua tersangka baru. Tersangka ini diduga menghasut atau mengajak melalui media sosial (medsos) yang mengakibatkan massa berkumpul dan melakukan penganiayaan," sebut Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Leonard M Sinambela, Jumat (6/10/2017).

Dengan dua tersangka baru, maka dalam kasus bentrok Bonek vs PSHT ini sudah ada empat tersangka.

(Baca: Pengakuan 2 Oknum Bonek yang Jadi Tersangka Karena Menghasut Lewat Media Sosial)

Rekonsiliasi

Sementara itu, di tengah upaya penegakan hukum oleh polisi, angin perdamaian diembuskan dari kawasan Karangpilang. 

Di hari yang sama dengan penetapan dua tersangka baru, berlangsung pertemuan mediasi antara PSHT dengan Bonek Karangpilang. 

Para anggota Bonek dan PSHT di Karangpilang, Surabaya, usai kesepakatan damai di Kantor Kecamatan Karangpilang, Surabaya, Jumat (10/6/2017).
Para anggota Bonek dan PSHT di Karangpilang, Surabaya, usai kesepakatan damai di Kantor Kecamatan Karangpilang, Surabaya, Jumat (10/6/2017). (ist)

Pertemuan ini berlangsung di kantor Kecamatan Karangpilang dan dihadiri oleh Camat Karangpilang, Danramil Karangpilang, Kapolsek Karangpilang, perwakilan Bonek, serta pewakilan PSHT Rayon Kebraon Indah Permai, Rayon Kebraon, Rayon Warugunung, dan Rayon Kedurus. 

Dalam pertemuan itu, terdapat beberapa poin kesepakatan yang intinya menyatakan bahwa kedua pihak akan mengedepankan proses hukum yang sedang berjalan di kepolisian. 

Selain itu, kedua pihak juga sepakat untuk ikut menciptakan kondisi di wilayah kota Surabaya agar tetap aman dan kondusif dan tidak terpengaruh oleh provokasi maupun intimidasi. 

Kemudian, masing-masing pihak juga sepakat bahwa setiap kegiatan yang digelar, juga dilakukan lewat koordinasi dengan kepolisian. 

Apabila kesepakatan-kesepakatan itu dilanggar, kedua pihak sepakat akan bersedia menerima konsekuensi hukum. (fat/ben)

(Baca: Soal Bentrok Bonek dan PSHT, Polisi Minta Tak Ada Lagi Provokasi di Dunia Maya)

Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help