Surya/

Citizen Reporter

TNI AL Bangun Kapal Bantu Cair Minyak di Batam

Peletakan lunas pertama kapal bantu cair minyak pun dilakukan PT. Batamec Shipyard untuk kapal pesanan TNI AL yang merupakan kapal ketiga ...

TNI AL Bangun Kapal Bantu Cair Minyak di Batam
dokumentasi chaya simanjuntak
Salam komando Aslog Kasal dan Direktur Batamec Shipyard 

Reportase Rosdiana
Pegiat Literasi / engineer, blogger www.adventurose.com

TNI AL mempercayakan pembangunan Kapal Bantu Cair Minyak pada PT. Batamec Shipyard. Kapal Bantu Cair Minyak (BCM) ini adalah kapal ketiga yang dibangun di Indonesia. Kapal BCM ini menggunakan biro klasifikasi Bureau Veritas (BV) dan desainnya dibuat oleh PT. Terafulk Ship Design.

Kapal dengan ukuran panjang 123.50 meter dan lebar 16.50 meter ini memiliki kapasitas muat minyak 5500 m3. Kapal BCM ini juga dilengkapi dengan sistem Replenishment at Sea (RAS) yang memungkinkan kapal ini untuk mentrasfer bahan bakar ke kapal-kapal lain dalam kondisi kapal tetap beroperasi, jadi tidak perlu berhenti atau kembali ke pangkalan untuk sekadar melakukan pengisian bahan bakar. Selain itu, Kapal BCM ini juga mengangkut bahan basah dan kering untuk kepentingan operasi.

Pembangunan kapal BCM di PT. Batamec Shipyard ini merupakan salah satu bentuk kebijakan yang nyata dari TNI AL dalam rangka mewujudkan visi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Pada tanggal 8 September 2017, PT. Batamec Shipyard mengadakan Keel Laying Ceremony atau Peletakan Lunas Pertama Kapal BCM dengan menggunakan metode Coin Ceremony. Metode ini merupakan sebuah tradisi yang biasa dipakai pada tahap awal pembangunan kapal. Caranya adalah dengan meletakkan satu buah koin pada bagian bawah lunas kapal. Coin Ceremony ini dipercaya sebagai simbol keberuntungan.

Proses pembangunan kapal BCM yang diawasi langsung oleh satgas dari TNI AL yang dipimpin oleh Kolonel Laut (T) Hindarto ini telah melebihi persyaratan minimal yang ditetapkan oleh regulasi MARPOL/SOLAS untuk melakukan keel laying, yaitu setelah pembangunan kapal mencapai satu persen dari total berat LWT (Light Weight Tonnage) atau berat kapal kosong.

"Saat ini PT. Batamec Shipyard telah menyelesaikan 8 blok atau setara dengan berat hingga 360 ton. Itu artinya pembangunan kapal BCM ini telah memenuhi syarat untuk melakukan keel laying," ujar Harsya Damar, Project Manager kapal BCM ini.

Acara Keel Laying Ceremony ini dihadiri oleh Aslog Kasal Laksda TNI Mulyadi, Danlantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama (P) Ribut Eko Suyatno, Danlanal Batam Kolonel Laut (P) Ivong Wicaksono Wibowo, Kasubdis Adalut Kolonel Laut (T) Andi Djaswandi, serta para pejabat lingkungan dari Mabes TNI AL.

Meskipun diguyur hujan, namun acara Keel Laying Ceremony di PT. Batamec Shipyard tetap berjalan lancar dan sukses.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help