Surya/

Sambang Kampung

Gagas Kampung Literasi Agar Anak Betah Main di Kampung

Warga kelurahan Kertajaya, Kecamatan Gubeng, Surabaya, sengaja mengubah wajah kampung mereka agar anak-anak betah bermain di sana. Ini wujudnya

Gagas Kampung Literasi Agar Anak Betah Main di Kampung
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Gang bermain di Kampung Literasi Kertajaya yang didesain khusus untuk tempat anak-anak kampung setempat bermain bersama. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Perkembangan lingkungan yang serba modern bak pisau bermata dua. Jika tak pandai-pandai menyikapi perkembangan zaman, maka bisa jadi justru mendapatkan dampak negatif.

Tak ingin anak-anak mereka menjadi korban pergaulan dan arus globalisasi, warga kampung RT 2/RT 4 dan RT 6/RW 11 Kelurahan Kertajaya, Kecamatan Gubeng, Surabaya, menggagas kampung literasi yang bertujuan agar anak-anak mereka betah bermain di kampung.

Dengan mengedepankan edukasi literasi, mereka mengubah wajah kampung mereka agar mampu menahan anak-anak untuk betah bermain di dalam kampung. Sehingga dalam kontrol dan pengawasan orang tua menjadi lebih mudah.

"Grand desainnya kami ingin membuat anak-anak betah bermain di kampung. Kami mengupayakan untuk menyediakan semua yang dibutuhkan anak-anak bisa dijumpai di lingkungan kampung mereka," kata Ketua RW 11 Kelurahan Kertajaya Kecamatan Gubeng, Budiarto, Rabu (4/10/2017).

Sejumlah fasilitas sengaja dibuat agar anak-anak di kampung tengah kota ini betah. Seperti membuat gang bermain. Kampung satu ini terbilang kampung yang padat. Di sebagian kampung, masih ada wilayah yang memiliki gang jalan selebar satu meter.

Nah gang ini dibuat sebagai tempat bermain untuk anak-anak. Jalan dicat warna-warni, diberikan edukasi tentang permainan tradisional dan dibuat agar membuat nyaman.

Tidak hanya itu, juga dibuat area bermain gobak sodor, engklek, dan juga sejumlah permainan yang lain.

"Kami juga membuat jalan kampung diberi space khusus untuk jalur anak. Jadi di jalannya seperti ada pembatas untuk anak berjalan," kata Budi.

Jalur khusus itu dibuat untuk membuat anak aman saat berjalan di jalanan kampung.

Selain itu, kampung ini juga dilengkapi dengan internet gratis. Sehingga anak-anak tak perlu mencari alasan untuk pergi ke warnet. Sebab warnet saat ini justru kebanyakan dimanfaatkan untuk bermaain game online maupun aktivitas berselancar yang membawa dampak buruk.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help