Surya/

Sambang Kampung

Di Kampung Literasi Kertajaya, Warga Patungan Sediakan Buku untuk Anak

Untuk memperkuat identitas kampungnya sebagai kampung literasi, warga RW 11 Kelurahan Kertajaya, Gubeng, patungan beli buku untuk anak-anak.

Di Kampung Literasi Kertajaya, Warga Patungan Sediakan Buku untuk Anak
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Anak-anak di kampung literasi Kertajaya menikmati cerita dongeng 

SURYA.co.id | SURABAYA - Warga kampung RW 11 Kelurahan Kertajaya, Kecamatan Gubeng, kota Surabaya, sepakat bahwa menumbuhkan minat baca anak adalah hal penting dilakukan. 

Oleh sebab itu, untuk menyediakan buku-buku edukasi dan buku-buku untuk mendongeng anak-anak, warga pun patungan membeli buku. 

Hal itu dibenarkan oleh Ketua RT 2/RW 11, Heru Sasmito Basuki.

Ia menyebutkan kampungnya memiliki pojok baca. Berbeda dengan Taman Baca Masyarakat yang merupakan program Pemkot secara langsung, warga kampung juga memiliki pojok baca di masing-masing RT.

"Buku-bukunya kami patungan antar warga. Buku-buku yang sifatnya edukatif kami sediakan untuk bisa menjadi alternatif bacaan bagi anak-anak di kampung kami," kata Heru, Rabu (4/10/2017).

Patingan warga untuk membentuk pojok baca dilanjutkan juga dengan mewujudkan kampung dongeng. Dimana anak-anak di kampung diberi pendampingan oleh karang taruna dalam membaca buku dan juga mendapatkan informasi terkait buku-buku yang ada di sana.

"Kami juga memberikan edukasi ke anak-anak misalnya tentang bagaimana mencuci tangan dengan benar, dan juga bagaimana pola hidup sehat," katanya.

Di setiap bagian kampung juga terdapat spanduk, poster dan juga stiker tentang imbauan secara fisik bahwa kampung mereka pedulu pada anak. Misalnya tentang imbauan belajar, dan juga ajakan ke warga kampung untuk perhatian ke anak-anak di kampung ini. Bukan hanya anak-anak mereka sendiri.

"Ada microphone di kampung ini yang biasa kami pakai untuk mengingatkan anak-anak misalnya sudah waktunya belajar tapi masih ada di luar, atau mengingatkan anak-anak untuk mengikuti kegiatan TPA dan saat ada kegiatan mendongeng," kata Heru.

Lantaran sudah menjadi kesadaran antar warga kampung keguyupan untuk saling mengingatkan anak-anak di sana sudah terbentuk. Sehingga potensi anak-anak terjebak dalam kenakalan remaja bisa terbendung.

(Baca: Gagas Kampung Literasi Agar Anak Betah Main di Kampung)

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help