Surya/

Citizen Reporter

Yuk Menulis Pentigraf

hanya tiga paragraf, namun alur, karakter, dan pesan yang terkandung di dalam pentigraf sudah cerita utuh yang bisa disimak siapa saja..

Yuk Menulis Pentigraf
pixabay.com
ilustrasi 

Reportase BE Priyanti
Penulis cerita anak/pentigrafis

MENJADI pentigrafis, sungguh luar biasa. Dan berkesempatan berbagi proses kreatif bersama dalam Ngaji Sastra di Pusat Bahasa Universitas Negeri Surabaya, Selasa (19/9/2017), merupakan karunia.

Kegiatan Ngaji Sastra kali ini merayakan kelahiran kitab antologi cerpen tiga paragraf (pentigraf) berjudul Dari Robot Sempurna sampai Alea Ingin ke Surga. Menghimpun 175 pentigraf karya 46 cerpenis dari berbagai daerah. Salah satunya, TKW dari Hongkong.

Menurut Dr Tengsoe Tjahjono, penggagas pentigraf, yang didapuk sebagai Presiden Kampung Pentigraf Indonesia, pentigraf merupakan cerita yang utuh. Sama halnya dengan cerita  pada umumnya, elemen-elemen cerita seperti tema, alur, tokoh, dan latar disatupadukan dengan baik.

Kampung Pentigraf Indonesia dibentuk sebagai wadah bagi para sastrawan dan siapa pun yang ingin belajar menulis pentigraf. Mereka yang menulis pentigraf ini menyebut dirinya sebagai pentigrafis.

Pentigrafis yang hadir dalam Ngaji Sastra dan membacakan karyanya adalah Rakhmat Giryadi lewat Cerita 3, BE Priyanti dengan Aroma Getah, dan Atik Herawati dengan Air langit. Pentigraf yang dibacakan memiliki pesan tersendiri.

Berikutnya pentigrafis berbagi proses kreatif mereka dalam menulis. Ide bisa diperoleh dari mana saja, terlebih dari pengalaman pribadi. Ide tersebut tidak dituangkan mentah-mentah seperti curahan hati atau menulis berita. Ide dikelola menjadi cerita baru yang menarik dalam kemasan dan bahasa.

Pentigraf boleh diawali dengan memunculkan konflik atau solusi atau pengenalan karakter tokoh. Endingnya pun beraneka macam. Ada yang membahagiakan, menyedihkan, ada pula yang twist.

Dialog dalam pentigraf diminimalkan, diubah dalam bentuk narasi atau deskripsi. Namun, dialog diperlukan juga sebagai bumbu agar cerita tidak hambar sebagai kejutan tak terduga bagi pembaca.

Pentigraf itu semacam flash fiction yang mampu mengakomodasi keinginan sebagian orang yang ingin membaca namun tak memiliki banyak waktu. 

Dengan membaca satu cerita pendek, kurang lebih satu halaman saja, pembaca sudah bisa menikmati alur, karakter, dan pesan yang terkandung di dalamnya.

Kelebihan lainnya adalah mampu menarik minat baca orang yang malas membaca, malah membawa buku ini ke mana-mana untuk dibaca di sela-sela waktunya.

Semoga Kampung Pentigraf Indonesia terus berbenah memberikan bacaan yang terbaik dan menjadi wadah bertumbuhnya penulis-penulis andal. Selamat merayakan pentigraf!

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help