Surya/

Citizen Reporter

Memilin Lidi, Piring Kehidupan Aeng Panas

dari limbah lidi daun lontar yang berlimpah di Aeng Panas inilah yang disulap menjadi piring kehidupan warga setempat ...

Memilin Lidi, Piring Kehidupan Aeng Panas
pixabay.com
ilustrasi 

Reportase Khairul Amin
Relawan Karang Taruna Perkasa

KEHIDUPAN modern menjadikan manusia sebagai produsen limbah, bila ini dibiarkan akan mengganggu siklus kehidupan. Menyadari hal itu, kaum muda yang tergabung dalam Karang Taruna Perkasa, Desa Aeng Panas, menggelar pelatihan pembuatan piring lidi,  Jumat (22/9/2017) di Balai Desa Aeng Panas, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura. 

22 Peserta perwakilan masing-masing dusun di Aeng Panas, terlihat antusias mengikuti pelatihan. Pembimbing pelatihan, Bashri Purwanto (44), menjelaskan, lidi yang bisa dijadikan bahan utama pembuatan piring lidi ada dua, lidi daun kelapa dan lidi daun lontar.

Bashri memilih lidi lontar karena banyak keunggulan. Lidi daun lontar relatif lebih kuat sehingga banyak diminati konsumen, selain nilai jualnya lebih tinggi.

"Juga, ketersediaan lidi daun lontar sangat melimpah, karena daun lontar dimanfaatkan warga Desa Aeng Panas sebagai bahan utama pembuatan tikar dan lidinya dibuang," imbuhnya.

Piring buatan Bashri sudah banyak dikenal dan diakui secara nasional. Bahkan, tahun 2016, piring lidi ini diganjar gelar juara 1 di tingkat Provinsi Jawa Timur, dan Juara 3 Tingkat Nasional dalam pameran UPPKS.

Karena prestasinya, piring lidi banyak diminati, bahkan Bashri kewalahan memenuhi permintaan. Ia berharap, setelah pelatihan warga bisa mengembangkan kerajinan ini dan bekerjasama dengannya memenuhi permintaan piring lidi.

Honniyah, peserta pelatihan dari Dusun Nong Malang menyambut baik pelatihan ini. “Nikah koduh mabedeh pelatihan dukaleh makle kauleh bisah penter agebey (harus diadakan pelatihan dua kali biar saya bisa mahir membuatnya),” celetuknya di tengah sesi praktik pembuatan piring.

Hal senada dirasakan Tia Wijayanti, peserta pelatihan asal Dusun Ceccek. Mahasiswi  Universitas Trunojoyo Madura ini mengakui bila pelatihan sangat menarik dan memberikan banyak manfaat, selain melatih kreativitas, juga sangat potensial untuk dikembangkan karena melimpahnya limbah lidi di lingkungan desa.

"Tak rugi jauh-jauh dari Bangkalan ke rumah untuk mengikuti pelatihan ini,” terang Tia.

Amin, Ketua Karang Taruna Perkasa, berharap, pelatihan ini bisa benar-benar dimaksimalkan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“Semoga dari pelatihan ini tercipta lapangan pekerjaan baru berbasis pemanfaatan limbah, sehingga selain memberikan dampak ekonomi juga ramah lingkungan,” harapnya.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help