Surya/

Citizen Reporter

Berbagi Kebaikan dan Pahala dalam Tradisi Abarebba

kendati sudah berpulang terlebih dahulu, ikatan kebaikan dan pahala bagi leluhur masih bisa mengalir lewat ahli waris mereka dalam tradisi arebba ..

Berbagi Kebaikan dan Pahala dalam Tradisi Abarebba
pixabay.com
ilustrasi 

Reportase Fendi Chovi
Blogger/Kordinator Sahabat Literasi IAA Dungkek, Sumenep, Madura

 

MENYAMBUT malam jumat, tradisi abarebba tetap menjadi ritual bagi warga di sejumlah desa di Dungkek, Sumenep. Menurut Ishak, kiai setempat, tradisi abarebba atau arebba merupakan cara berbagi dengan para leluhur yang telah tiada. Warga meyakini bila babbaja (ruh leluhur) akan menikmati menu arebba dari keturunannya.

"Kalau tidak dipikirkan yang masih hidup. Yang mati tidak bisa lagi melakukan amal kebaikan. Untuk itu, arebba diartikan sebagai sarana bersedekah amal kebaikan untuk meringankan beban almarhum dan almarhumah di alam kubur disertai doa-doa," jelasnya.

Ishak menambahkan, arebba tak jauh beda dengan ari bherri (berbagi). Bedanya, arebba lebih halus dinyatakan daripada ari bherri.

Dawali dengan nyonson atau membakar kemenyan yang ditaruh di kulit kelapa kering yang sudah dibakar. Kemudian, makanan dan minuman diputar-putar di atas kemenyan sembari menyebut nama-nama leluhur, sebelum diantarkan ke rumah tetangga.

Kulit kelapa kering berisi kemenyan bakar dibawa ke setiap sudut rumah sebelum akhirnya ditaruh di halaman rumah hingga nyala api mati.

Ishak mengimbuhkan bila abarebba membuat fungsi berbagi dengan tetangga lebih rutin setiap hari jumat. Selain itu, arebba dipercaya membuat kuburan leluhur dan penghuni menjadi tempat menenangkan.

"Sebenarnya, arebba itu bisa dilakukan kapan saja, hanya masyarakat terbiasa menjalankan saat menjelang datang malam sayyidul ayyam," tuturnya.

Hingga kini, sejumlah warga masih menjalankan tradisi abarebba untuk mengingat para tetua mereka. Tradisi berbagi pahala setiap malam jumat ini, menentukan kepedulian keluarga kepada para leluhur yang mendahului mereka menghadap Allah SWT.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help