Surya/
Grahadi

Press Release

Pakde Karwo : Pendonor Darah adalah Pejuang Kemanusiaan

Gubernur Jatim, Soekarwo, menyebut para pendonor darah lewat PMI adalah sosok-sosok pahlawan yang harus diapresiasi. Ini katanya.

Pakde Karwo : Pendonor Darah adalah Pejuang Kemanusiaan
ist/humas pemprov jatim
Gubernur Jatim, Soekarwo, saat menyematkan penghargaan kepada para pendonor darah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (3/10/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pendonor yang menyumbangkan darahnya di Palang Merah Indonesia adalah pejuang kemanusiaan. Alasannya, para donor telah mengikhlaskan darahnya digunakan orang yang membutuhkan tanpa mengetahui asal usulnya.

Demikian disampaikan Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo saat Penganugerahan Piagam Penghargaan dan Lencana Untuk Pendonor Darah Sukarela 75 kali PMI Provinsi Jatim, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (3/10/2017).

Menurut Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim, para pendonor yang telah ribuan kali menolong nyawa orang yang membutuhkan darah, menjadi cerita kemanusiaan yang patut mendapatkan apresiasi. 

“Mereka meyumbangkan darah tanpa mengharapkan pamrih,” katanya.

Sebagai wujud apresiasi Pemerintah kepada para pendonor yang telah 75 kali menyumbangkan darahnya secara rutin, lanjutnya, diberikan penghargaan berupa piagam.

Penghargaan diberikan karena dalam satu tahun pendonor mendonorkan darahnya sebanyak 4-5 kali.

“Teruslah beramal dalam mendonorkan darah agar bisa dimanfaatkan orang yang membutuhkan” ujarnya saat menyerahkan piagam kepada 501 pendonor darah.

Stok Darah PMI Jatim aman

Sementara itu, Ketua PMI Jatim, H. Imam Utomo menjelaskan bahwa stok darah yang ada di PMI Jatim aman.

Pada tahun 2017, telah terkumpul sekitar 855 ribu kantong darah. Angka tersebut melebihi target  PMI yaitu sebesar 774 ribu kantong darah. Dari jumlah tersebut yang terpakai sebesar 582 kantong darah.

”Jumlah tersebut dikarenakan banyaknya kepedulian masyarakat Jatim yang secara sukarela mendonorkan darah. Banyak pendonor yang ketagihan mendonorkan darah, karena membuat badan lebih sehat,” ungkapnya.

Dijelaskannya pula, untuk meningkatkan minat masyarakat Jatim dalam mendonorkan darah, PMI Jatim mulai mengajak anak usia sekolah untuk ikut ambil bagian.

PMI Jatim berusaha melakukan sosialisasi di SD, SMP dan SMA untuk mulai mau menjadi pendonor darah. Selain itu, setiap HUT  pada tanggal 17 September, PMI memberikan penghargaan kepada penyumbang darah yang sukarela menyumbangkan darahnya secara teratur tanpa pamrih, tulus dan ihklas tanpa melihat suku dan jenis kelamin. 

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help