Surya/

Citizen Reporter

Mengapa Siswa Sulit Menguasai Fisika?

fisika salah satu matapelajaran yang kerap menjadi momok bagi sebagian siswa.. kenapa? ternyata ini jawaban dan solusinya ..

Mengapa Siswa Sulit Menguasai Fisika?
pixabay.com
ilustrasi 

Reportase Tismen Yoga Pradana
Mahasiswa Universitas Negeri Malang

JURUSAN Fisika Universitas Negeri Malang (UM) bekerjasama dengan PT Era Perdana mengadakan seminar nasional Fisika dan Pembelajarannya, Sabtu (16/9/2017).

Sekitar 150 pemakalah dari berbagai institusi berbeda di Indonesia mengkuti seminar yang dihelat di aula Fakultas MIPA UM. Hadir Prof Dr Risdiana SSi MEng dan Dr Sutopo MSi, sebagai pembicara kunci.

Pada sesi pertama, Prof Risdiana menyampaikan pengembangan penelitian maju untuk aplikasi energi dan kesehatan. Secara spesifik, dosen Universitas Padjadjaran ini menyebutkan, contoh aplikasi energi berasal dari material maju adalah solar sel yang dapat digunakan pada kondisi ruang angkasa. Kondisi dimaksud adalah tingkat temperatur yang sangat rendah dan sangat tinggi.

Di bidang kesehatan, guru besar ini membahas cairan pengganti untuk vitreous humor pada mata. Cairan yang dimaksud adalah silicon oil. Dengan adanya cairan pengganti ini, penderita amblasio retina (retina lepas) dapat disembuhkan.

“Harapannya, Indonesia bisa membuat silicon oil made in Indonesia yang dipergunakan untuk kemaslahatan umat manusia,” harapnya.

Pada sesi berikutnya, Dr Sutopo MSi menyampaikan beberapa penyebab siswa sulit menguasai fisika secara komprehensif dan bermakna. Ada tiga faktor utama yang dibahas, yaitu bahasa, matematika, dan body of knowledge.

Ada dua pandangan yang menjelaskan kesulitan siswa dalam memahami konsep-konsep fisika. Pandangan tersebut dijelaskan pada teori miskonsepsi, sedangkan pandangan yang kedua dijelaskan pada teori knowledge in pieces.

Dari kedua pandangan tersebut terdapat solusi agar siswa dapat mempelajari fisika dengan baik, yaitu dengan menerapkan model pembelajaran scientific.

“Diharapkan seminar Fisika ini dapat memberikan manfaat, tidak hanya oleh para pemakalah, tetapi juga para peserta seminar,” harap Dr Markus Diantoro  MSi, Dekan Fakultas MIPA UM.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help