Surya/

Citizen Reporter

Saatnya Karya Guru Dilindungi

begitu banyak karya yang dihasilkan para pendidik, baik berupa tulisan, penelitian, buku, karya ilmiah yang belum tersentuh perlindungan...

Saatnya Karya Guru Dilindungi
pixabay.com
ilustrasi 

Reportase Priyandono
Guru SMAN 1 Gresik/Peserta Bimtek HAKI

 

HAK Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) adalah hak yang didapat dari hasil olah intelektual manusia yang bernilai ekonomis. Dalam lingkup pendidikan, banyak karya guru yang berserakan, baik dalam bentuk buku, makalah, karangan ilmiah, hasil penelitian, hasil karya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni. Perlu perjuangan ekstrakeras menghasilkan karya monumental tersebut sehingga wajar kalau dilindungi dan dilegitimasi.

Ini selaras dengan Permendikbud Nomor 10 Tahun 2017 tentang Perlindungan bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Pasal 2 ayat (2) huruf d menyebutkan, Pendidik dan Tenaga Kependidikan berhak memperoleh perlindungan atas kekayaan intelektual berupa perlindungan terhadap hak cipta dan hak kekayaan industri.

Atas dasar itulah Subdit Kesejahteraan, Penghargaan dan Perlindungan Kemendikbud menghelat Bimbingan Teknis (Bimtek) HAKI, dalam dua gelombang. Setiap gelombang 100 peserta. Gelombang I, Selasa-Kamis (12-14/9) dan gelombang II Senin-Rabu (18-20/9) di Bogor, Jawa Barat.

Hadir pejabat di lingkungan Subdit Kesharlindung dan dari Kemenhunkam sebagai narasumber. Di antaranya Direktur Hak Cipta dan Desain Industri Luky Prawenda dan Nurbaya, Direktur Paten, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang, Syafrimai.

Hadir juga tokoh yang karyanya telah dipatenkan, Ali Satia Graha dan Arif R Budiman, serta praktisi hukum dari LPBH NU Jakarta, Amsori. 

Kasi Kesejahteraan dan Perlindungan Romi Siswanto Hamzah mengatakan Bimtek HAKI dimaksudkan untuk menyosialisasikan hak hak guru atas kekayaan intelektualnya, sehingga karya-karya guru dapat dilindungi dan dilegitimasi. Pihaknya terus berupaya mencari terobosan untuk melindungi karya para guru.

“Kami akan membuat sentra-sentra HAKI di beberapa region. Dengan begitu para guru akan semakin mudah mendaftarkan karyanya untuk mendapat perlindungan,” harapnya

Saat sesi penutupan, Pak Romi –begitu dia biasa disapa—menampik tudingan bila bimtek hanya dipakai ajang reuni dan mendapat amplop.

“Tak bisa digeneralisasi seperti itu. Kami mengawal integritas. Rekrutmen peserta tidak berdasarkan kedekatan, namun peserta mengirim karya secara online melalui laman kesharlindungdikmen.id. Seleksi dilakukan secara transparan sehingga peserta yang ada di sini adalah guru guru yang dengan karya terbanyak. Kalau mau ikut lomba atau Bimtek ya harus menulis dulu,” paparnya.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help