Berita Surabaya

Percepat Realisasi Trem di Surabaya, Pekan Depan Ada FGD Bareng Pakar

Bukan hanya perguruan tinggi, namun sejumlah pihak instansi seperti Bappenas juga akan diundang.

Percepat Realisasi Trem di Surabaya, Pekan Depan Ada FGD Bareng Pakar
surya/fatimatuz zahroh
Kondisi berem Jalan Raya Darmo yang sudah dikepras untuk jalur trem Joyoboyo-Tunjungan, Selasa (13/6/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Mengaktifkan kembali tim ahli yang sudah dibentuk Pemerintah Kota Surabaya pada tahun 2012 menjadi pilihan untuk mempercepat realisasi trem di Surabaya.

Untuk itu, forum grup discussion tim ahli ini segera dirancang agar bisa dilakukan dalam waktu dekat.

Kepala Bappeko Surabaya Agus Imam Sonhaji mengatakan, Pemkot sudah menyiapkan surat undangan untuk disebar ke sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta di Surabaya untuk datang dalam FGD ini.

"Insyaallah minggu kedua bulan Oktober ini. Tim ahli yang sudah kita bentuk tahun 2012 kita undang lagi untuk mulai merancang bagaimana trem Surabaya ini," kata Agus saat ditemui di DPRD Kota Surabaya, Senin (2/10/2017).

FGD ini akan diselenggarakan di Pemkot. Bukan hanya perguruan tinggi, namun sejumlah pihak instansi seperti Bappenas juga akan diundang.

Agus menyebutkan tim ini nanti yang bakal merumuskan kembali bagaimana sistem pendanaan dan juga mekanisme pengadaan untuk angkutan massal cepat Surabaya nantinya.

Jika berkaca dari hasil tahun 2012 lalu, pengadaan trem Surabaya dilakukan dengan menawarkan ke pihak inveator. Bahkan saat itu sudah sempat dilakukan market sounding.

Dengan mengundang investor yang dimungkinkan tertarik dengan proyek trem, mereka diajak untuk investasi menyumbangkan dana untuk terwujudnya trem.

"Saat itu yang tertarik banyak. Ada sekitar 73 pihak yang hadir. Ada dalam negeri dan juga luar negeri, dari Singapura juga ada kok," tanda Agus.

Pihaknya menyebut optimis jika nanti mekanisme yang dipilih adalah dengan mengundang investor, trem akan tetap banyak peminat sebagaimana telah dilempar dalam market sounding lima tahun yang lalu.

"Tapi ya kita lihat dulu hasilnya. Yang jelas kita tetap mengacu pada desain yang sudah disusun, detail engeneering design teatap dari kita," lanjut Agus.

Selain itu Pemkot beserta pakar juga bakal menghitung ulang nilai proyek trem untuk jalur utara selatan yang dijadikan prioritas. Bukan lagi hanya untuk tahap satu yaitu Joyoboyo - Tunjungan, melainkan sampai ujung di kawasan Perak.

"Angkanya harus dihitung lagi. Sebab kalau berkaca dari pusat yaitu Rp 2,3 trilliun, itu angka hasil hitungan tahun 2015," kata mantan Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang ini.

Di tahun 2017 ini, dimungkinkan ada banyak perubahan untuk nilai proyek yang dikerjakan.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved