Pemkot Surabaya Jajaki Kerjasama dengan PT KAI untuk Realisasi Proyek Trem

Setelah dipastikan bahwa proyek trem Surabaya tak didanai oleh pemerintah pusat, Pemkot Surabaya mulai menjajaki kerjasama dengan PT KAI.

Pemkot Surabaya Jajaki Kerjasama dengan  PT KAI untuk Realisasi Proyek Trem
surya/fatimatuz zahroh
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya mulai melakukan penjajakan dengan PT KAI untuk memulai ulang proyek trem yang sebelumnya dibatalkan pendanaannya oleh pemerintah pusat,

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan pihaknya akan mengadakan rapat dengan PT KAI dan membahas kerja sama lanjutan.

"Kami sudah mengontak PT KAI lagi. Nah kami akan bertemu lagi untuk membicarakan bagaimana lanjutan kerjasama kami," kata Risma saat wawancara dengan media di ruang kerjanya, Senin (2/10/2017).

Lebih lanjut, Risma menyebut usai melakukan pembicaraan dengan PT KAI dan jika tidak ada perubahan kerjasama, maka skema realisasi trem juga tidak akan berubah.

Hanya saja lelang yang sebelumnya direncanakan oleh pemerintah pusat, akan dilakukan sendiri oleh Pemkot. Terkait persiapan tender, Pemkot juga akan mengundang sejumlah pakar perguruan tinggi dan lembaga terkait.

"Nah, di APBD perubahan kami  memang sudah alokasikan anggaran untuk trem sebesar Rp 18 miliar, namun itu untuk sewa lahan PT KAI. Ini antisipasi jika PT KAI berubah pikiran dan tidak mau kerja sama," kata Risma.

Namun, Risma menyebut pihaknya tetap ingin agar PT KAI tetap sesuai rencana dan tidak mengubah kerjasama yang sudah terjalin saat skema pendanaan dari pemerintah pusat.

(Baca: Percepat Realisasi Trem di Surabaya, Pekan Depan Ada FGD Bareng Pakar)

Sebab Pemkot berharap, meski skema pendanaan dari Pemkot, PT KAI tetap menjadi operator untuk angkutan massal cepat di Surabaya ini.

"Karena kita mengakui, kalau soal perkeretaapian Pemkot tidak kompeten, kami berharap operatornya tetap PT KAI. Jadi kita serahkan ke sana saja, nggak hanya pengadaan lahannya, tapi juga operasionalnya," imbuh mantan Kepala Bappeko ini.

Sedangkan untuk pendanaan, Risma menyebut bahwa tidak akan banyak menggunakan APBD.

Namun ia bertekad agar sumber pendanaan trem semuanya akan dilakukan oleh investor.

"Pemkot dengan APBD akan mendukung untuk subdisi tarifnya," tegas Risma.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved