Surya/

Travel

Larung Sesaji di Kawah Gunung Kelud, 'Magnet' Wisatawan yang Datang ke Sana

Larung sesaji ini dilakukan secara turun-temurun yang merupakan warisan tradisi budaya peninggalan dari para leluhur.

Larung Sesaji di Kawah Gunung Kelud, 'Magnet' Wisatawan yang Datang ke Sana
surya/mohammad romadoni
Acara larung sesaji dalam rangkaian Festival Kelud 2017. 

SURYA.co.id | KEDIRI - Sejumlah pria mengenakan baju serba hitam lengkap dengan blankon terlihat duduk bersimpu di kawah Gunung Kelud, Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Sabtu (30/9/2017).

Di hadapan mereka tampak sejumlah tumpukkan beraneka ragam sesaji.

Adapun sesaji itu berisi dua kelapa, kembang telon dan lainnya. Sesaji itu nantinya akan di larung di tengah kawah.

Memang hanya orang tertentu yang membawa sebagian kecil sesaji ini ke kawah Gunung Kelud.

Kawah Kelud saat ini masih ditutup untuk umum karena dalam proses pengerukan terowongan.

Mbah Suparlan terlihat memimpin acara sakral ritual larung sesaji Kelud.

Setelah mengadakan ritual, sejumlah sesaji itu dilarung ke tengah kawah.

Masyarakat yang tinggal di lereng Gunung Kelud ini selalu mengadakan ritual larung sesaji pada saat satu Suro atau Tahun Baru Islam 1439 Hijriah.

Rombongan arak-arakan saat acara larung sesaji dalam rangkaian Festival Kelud 2017.
Rombongan arak-arakan saat acara larung sesaji dalam rangkaian Festival Kelud 2017. (surya/mohammad romadoni)

Larung sesaji ini dilakukan secara turun-temurun yang merupakan warisan tradisi budaya peninggalan dari para leluhur.

Setidaknya, pada larung sesaji ini diikuti sebanyak 10 desa yang ada di Kecamatan Ngancar di antaranya Desa Sugihwaras, Babadan, Bedali, Kunjang, Manggis, Pandantoyo, jagul, Margourip, Ngancar dan Sempu.

Halaman
12
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help