Surya/

Citizen Reporter

Generasi Asuhan Teknologi

tak pelak, literasi menjadi salah satu benteng terkuat untuk menghadang laju informasi bodong yang datang menyerbu ..

Generasi Asuhan Teknologi
english/px
ilustrasi 

Reportase Nanang ES
Pegiat Sekolah Literasi Gratis (SLG) STKIP PGRI Ponorogo

PELAJAR yang tergabung dalam komunitas web MAN 02 Ponorogo, dipandu Sutejo dan tim literasi Ponorogo, membangun benteng diri agar tak terjebak eforia teknologi yang realitasnya kerapkali berujung menyakitkan. 

“Kita perlu membangun benteng, agar tidak terhanyut oleh arus teknologi yang semakin lama semakin deras ini,” tutur Sutejo mengawali materi.

Lelaki berkacamata itu begitu sabar mengonstruksi benteng kepada peserta. Literasi salah satunya yang dijadikan bahan paling kuat untuk membangun benteng agar terjangan informasi bisa dikendalikan dengan baik.

Peserta diajak memahami, menyadari sekaligus memaknai setiap informasi yang ada. Kepada peserta ditunjukkan dengan objek langsung agar lebih jelas.

“Kita perlu menghidupkan literasi, agar arus teknologi dapat dikendalikan,” lanjutnya sembari menampilkan contoh produk teknologi.

Lewat tajuk Menggayuh Makna Literasi, selama tiga hari, Jumat-Minggu (15-17/9/2017), peserta menerima materi literasi umum dan secara khusus diajak memaknai langsung konsep-konsep dasar literasi.

Pada sesi lain, Agus Setiawan, aktivis literasi, menjelaskan mengenai seluk beluk media. Ia menuturkan, penting ketika berhadapan dengan media harus bersanding literasi. Agar tidak khilaf, terjun pada pemahaman yang kaku dan mudah tergiring pada informasi bodong.

“Kita butuh literasi untuk menghadapi media. Agar tidak mudah tergiring oleh berita bodong. Itu menyesatkan,” tuturnya.

Di akhir sesi, Dewi, peserta dan pengelola web, merasa disadarkan. Terlebih mengetahui pengaruhnya begitu besar. Ia akan lebih berhati-hati dalam memanfaatan teknologi agar tak menimbulkan dampak negatif di kemudian hari.

“Awalnya tidak memikirkan seperti itu, ya mana suka. Tetapi setelah ini saya akan berhati-hati menggunakan teknologi,” tuturnya.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help