Liga Indonesia

Dihabisi Persela 7-1, Asisten Pelatih Persegres Beralasan Jadwal Terlalu Mepet

Penyebab kekalahan 7-1 Persegres Gresik United dari Persela Lamongan, Sabtu (30/9/2017) kemarin, lantaran jadwal laga yang terlalu mepet. 

Dihabisi Persela 7-1, Asisten Pelatih Persegres Beralasan Jadwal Terlalu Mepet
SURYA Online/Dya Ayu
Pertandingan Persela (biru) vs Persegres (hitam) di Stadion Gelora Surajaya Lamongan, Sabtu (30/9/2017) sore. 

SURYA.co.id | GRESIK - Penyebab kekalahan 7-1 Persegres Gresik United dari Persela Lamongan, Sabtu (30/9/2017) kemarin, lantaran jadwal laga yang terlalu mepet. 

Hal ini disampaikan Asisten Pelatih Persegres Gresik United, Puji Handoko.

Baginya karena padatnya jadwal kompetisi Liga 1, membuat timnya tak bisa bernafas panjang untuk menyiapkan laga secara maksimal, sehingga saat ini Persegres telah menelan 21 kekalahan dari 27 laga yang dijalani. 

"Kalah banyak karena jadwal yang mepet. Jadi kami belum sempat membenahi kekurangan, kesalahan, kita sudah harus dihadapkan dengan pertandingan selanjutnya," kata Puji Handoko, Minggu (1/10/2017).

Sebenarnya alasan ini terbilang tidak masuk akal, sebab tak hanya Persegres saja yang mendapatkan jadwal padat, tim lain peserta liga juga mendapatkan jadwal yang sama, yakni setiap seminggu bermain dua kali dan hanya diberikan waktu jeda 3-4 hari saja. 

Namun Puji mengaku jika Persegres Gresik mengalami keteteran jadwal, setelah kalah 0-3 dari Madura United, Selasa (26/9/2017), timnya tidak menjalani latihan dan baru berlatih sehari jelang laga. 

"Kami kurang ada persiapan. Tapi mau bagaimana lagi, pelatih cuma bisa ngasih intruksi. Meskipun teriak-teriak sampai mulut berbusa  kalau pemain tidak mau, kita bisa apa," jelasnya.

Persegres nampaknya telah kehabisan alasan terkait kekalahan bertubi-tubi yang dialami sebab nyaris langganan, tim yang masih menempati dasar klasemen ini, setiap kali kalah, tim pelatih selalu mencari-cari alasan.

Seperti halnya Hanafi, pelatih kepala Persegres, tiap kali kalah dirinya selalu menggunakan alasan kepemimpinan wasit yang tidak adil dan pemainnya yang masih belum berpengalaman.

Penulis: Dya Ayu
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved