Surya/

Press Release

Coca-Cola Amatil Indonesia Adakan Pelatihan Budidaya Sayur Hidroponik Untuk Kelompok PKK

Dalam rangka terus menjalankan komitmen untuk mendukung pemberdayaan masyarakat, Coca-Cola Amatil Indonesia mengadakan pelatihan budidaya sayur...

Coca-Cola Amatil Indonesia Adakan Pelatihan  Budidaya Sayur Hidroponik Untuk Kelompok PKK
ist
Foto Bersama Kelompok PKK Kepulungan di Kawasan Agrowisata Batu, Jumat (22/9/2017) 

SURYA.co.id | BATU - Dalam rangka terus menjalankan komitmen untuk mendukung pemberdayaan masyarakat, Coca-Cola Amatil Indonesia mengadakan pelatihan budidaya sayur hidroponik untuk kelompok PKK Desa Kepulungan, Gempol. Pelatihan yang diikuti oleh 40 peserta ini diadakan di Kawasan Kusuma Agrowisata, Batu. Dalam kesempatan ini, para peserta berkesempatan untuk mendalami cara budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah sebagai media utamanya, atau yang lebih dikenal dengan teknik hidroponik. Metode ini memungkinkan peserta untuk melakukan cocok tanam dengan efisien karena tidak membutuhkan lahan yang luas.

Pelatihan dimulai dengan presentasi mengenai teori hidroponik dari Bapak Fadlulah, selaku tim ahli perkebunan Kusuma Agrowisata. Dalam presentasinya, Bapak Fadlulah mengemukakan beberapa keuntungan metode hidroponik yaitu pertumbuhan yang lebih cepat, hasil panen yang lebih banyak, ketidak tergantungan cuaca, penggunaan pupuk lebih hemat, serta resiko terserang hama dan penyakit lebih kecil.

Program ini merupakan rangkaian dari Program Desa Mandiri Lestari, yaitu program edukasi bercocok tanam sayur mayur di perkarangan skala rumah tangga. “Sebelumnya peserta program ini telah dikenalkan dengan metode bercocok tanam secara organik. Pada kesempatan ini kami ingin menambah wawasan dan keterampilan peserta dalam bercocok tanam dengan metode hidroponik”, ujar Fatimah Zahra, Corporate Affairs Executive CCAI.

Selanjutnya, para peserta meninjau langsung ke greenhouse hidroponik di kawasan ini untuk mempraktekkan teori yang telah dipaparkan. Di kawasan agrowisata ini ditanam banyak jenis sayuran seperti kangkung, bayam, selada, sawi, dan pakchoy. Dalam sesi praktek tersebut, para peserta terlihat sangat antusias melontarkan pertanyaan seputar cara pembibitan, pemindahan bibit, pencampuran nutrisi, serta perawatan.

“Program ini merupakan program berkesinambungan, para peserta akan terus mendapat pendampingan hingga mereka menjadi mandiri nantinya. Kami membidik kelompok PKK, karena kami percaya dengan peran dan kekuatan seorang Ibu sebagai penggerak keluarga”, lanjut Fatimah Zahra.

Setelah pelatihan masing-masing peserta diberikan hidroponik starter kit untuk dipraktekkan di rumah masing-masin.  Tidak hanya itu, setelah mendapat pelatihan hidroponik, Kelompok PKK Kepulungan juga diajak berkeliling kebun apel dan stroberi serta berkesempatan untuk memetik langsung buah dari pohonnya. “Saya sangat terbantu dengan program Desa Mandiri Lestari dari CCAI ini. Sejak mendapat program ini, saya bisa memanfaatkan halaman saya yang sempit menjadi kebun sayur. Selain menghilangkan stress, bercocok tanam sayur sendiri juga sangat membantu meringankan pengeluaran belanja harian keluarga,” ujar Ibu Patichah, Ketua PKK Desa Kepulungan.

Selain program Desa Mandiri Lestari, CCAI di Jawa Timur juga telah menjalankan berbagai program CSR seperti penanaman pohon di kawasan Hutan Asuh CCAI di  lereng Gunung Arjuna, pemberian bantuan pendidikan, bantuan infrastruktur, bantuan acara keagamaan, dan kegiatan sosial lainnya. Secara berkelanjutan, CCAI di seluruh Indonesia terus berupaya mengembangkan dampak positif terhadap masyarakat & lingkungan sekitar area operasional.

Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help