Berita Surabaya

Antisipasi Sewa Lahan PT KAI, Pemkot Surabaya Pasang Anggaran Rp 18 Miliar untuk Trem

Pemerintah Kota mulai melakukan utak-atik anggaran belanja dari APBD, Sebagai imbas batalnya pendanaan proyek pengadaan trem Surabaya

Antisipasi Sewa Lahan PT KAI, Pemkot Surabaya Pasang Anggaran Rp 18 Miliar untuk Trem
foto:istimewa
Agus Iman Sonhaji 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sebagai imbas batalnya pendanaan proyek pengadaan angkutan massal cepat (AMC) trem Surabaya dengan anggaran pemerintah pusat, Pemerintah Kota mulai melakukan utak-atik anggaran belanja dari APBD

Dalam kesepakatan perubahan anggaran belanja dengan DPRD melalui sidang paripurna, Sabtu (30/9/2017), disepakati adanya alokasi anggaran untuk pengadaan trem di APBD perubahan tahun 2017. 

Kepala Bappeko Surabaya Agus Imam Sonhaji mengatakan bahwa anggaran permulaan ini tidak besar. Anggaran yang dipasang hanya Rp 18 miliar. 

"Pada perubahan anggaran keuangan APBD 2017 ini, disepakati dengan DPRD untuk memberikan alokasi sebesar Rp 18 miliar untuk proyek trem," kata Agus, yang ditemui usai sidang paripurna. 

Menurutnya dana tersebut adalah dana cadangan jika sewaktu-waktu ada kebutuhan mendadak saat proyek ini berprogres. Kemungkinan penggunaan dana itu adalah untuk sewa lahan. 

Yaitu sewa lahan ke PT KAI atau pihak lain yang dibutuhkan. Sebab, dikatakan Agus, ada sejumlah titik yang dilewati trase trem yang melintas di lahan milik PT KAI. 

Sebab, lanjut Agus, sistem pendanaan non APBN mengharuskan Pemkot lebih jeli. Termasuk memastikan lahan yang dipakai yang mana dan nantinya lahan tersebut harus dibawa pengelolaan pemkot. 

Jika ada lahan yang merupakan lahan pihak ketiga maka Pemkot harus menyewa. Untuk itulah anggaran ini dipasangkan di APBD perubahan. 

"Alokasi anggaran ini masih sementara dan untuk antisipatif. Sebab sekarang juga belum ada appreisal. Tapi penting, kalau ada progres di tengah tiga bulan ini, anggaran sudah siap," lanjut pria yang juga mantan Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya ini. 

Anggaran ini bisa juga tidak digunakan. Misalnya, dalam perjalanan PT KAI disepakati menjadi investor, maka bisa jadi terkait lahan, Pemkot tidak perlu lagi sewa. 

"Tapi jujur kami sreg jika PT KAI masuk  dalam investor atau puhak kerjasama untuk trem Surabaya ini.  Sebab PT KAI kami anggap sudah ahli dalam urusan transportasi kereta," kata  Agus. 

Di sisi lain, Sekkota Hendro Gunawan menyebut bahwa koordinasi untuk realisasinya trem ini terus dilakukan dengan DPRD. Baik menyangkut anggaran maupun teknis pengerjaan trem dengan APBD ini. 

"Sekarang sedang disiapkan untuk mengundang kembali tim ahli yang sudah kita bentuk di tahun 2012 lalu. Bulan depan realisasinya," ucap Hendro yang ditemui di tempat yang sama. 

Pakar tersebut bakal menentukan bagaimana sistem pengadaan fisiknya, sistem subsisi dan juga tekait konsep subsidi tiket. Menurut Hendro potensi besar untuk realisasi trem ini memang dengan membuka sistem beauty contest investor. 

"Tapi tetap dalam koridor perencanaan Pemkot. Yang tentu akan kita jaga adalah masalah tarif. Bagaimana tarif itu bisa terjangkau oleh warga. Kalau memang terlalu tinggi subsidi bisa diberikan," kata Hendro. 

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help