Surya/

Berita Surabaya

20 Kelurahan Surabaya Semarakkan Karnaval Herbal Bejo

Ada yang menggunakan kostum ala penjual jamu dan ada pula yang mengenakan pakaian tradisional Jawa.

20 Kelurahan Surabaya Semarakkan Karnaval Herbal Bejo
surya/fatimatuz zahroh

SURYA.co.id | SURABAYA - Lomba Taman Herbal Bejo Tahun 2016-2017 mencapai puncaknya, Sabtu (30/9/2017). Pagi ini, proses awarding dilakukan di Taman Surya dengan mendatangkan delapan kelurahan terbaik dari peserta lomba.

Sebelum ada pengumuman para peserta 20 besar diajak untuk mengikuti Karnaval Herbal Bejo. Para peserta bersolek dengan aneka kostum untuk tampil menarik mengelilingi rute karnaval.

Ada yang menggunakan kostum ala penjual jamu dan ada pula yang mengenakan pakaian tradisional Jawa. Salah satu peserta yang tampak antusias mengikuti Karnaval Bejo adalah Sri Suminarti.

Peserta dari kampung RT 7 RW 3 Kelurahan Perak Barat Kecamatan Krembangan ini tampil dengan gaya penjual jamu. Bukan tanpa alasan, namun kostum ini sengaja dikatakan Sri untuk menguatkan identitas kampung mereka yang gencar memanfaatkan tanaman herbal.

"Alhamdulillah dari 25 polibag tanaman temu putih yang diberikan untuk lomba kami kembangkan dan budidayakan dan sangat bermanfaat," kata Sri.

Memang tidak semua berhasil. Saat ini masih ada 15 polibag yang berhasil menjadi tanaman unggulan. Hasil temu putih juga sudah dimanfaatkan untuk aneka obat-obatan tradisional.

"Kami rajin melakukan perawatan untuk tanaman. Kami menyiram dua hari sekali. Dan untuk pemupukan dilakukan setiap empat hari sekali," kata Sri.

Mereka juga sudah melakukan panen. Yang kemudian hasil temu phtihnya diolah menjadi aneka produk herbal. Salah satunya untuk jamu hebal. Temu putih diparut dan dicampur dengan jahe merah. Jamu ini diracik untuk pengobatan kanker dan menghangatkan tubuh.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nanis Chairani mengatakan Karnaval Herbal Bejo ini adalah kegiatan yang inovatif.

"Sudah saatnya kita kembali ke alam. Sebab kita tahu bahwa kini konsumsi bahan-bahan yang banyak menggunakan obat-obatan kimia kerap mendatangkan efek samping," kata Nanis sebelum memberangkatkan Karnaval Bejo.

Oleh sebab itu, dimulai dari menggalakkan masyarakat untuk menanam tanaman herbal dan mengembangkannya menjadi obat-obatan alam, maka bisa membantu meningkatkan kualitas masyarakat Kota Surabaya.

"Sebenarnya nenek moyang kita sudah banyak menyontohkan, tapi kita yang tidak telaten kerap mengabaikan manfaat dari tanaman dan obat-obatan herbal," kata Nanis.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help