Kuliner

Tengkleng Kambing dan Gulai Kepala Salmon, Dua Menu Spesial The Café selama Oktober

Agar daging kambing terasa empuk, proses masaknya memakan waktu sekitar 1,5 jam.

Tengkleng Kambing dan Gulai Kepala Salmon, Dua Menu Spesial The Café selama Oktober
surya/achmad pramudito
Tengkleng Kambing dan Gulai Kepala Salmon. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ada yang spesial di Restaurant The Café. Selama bulan Oktober 2017, juru masak di Hotel Java Paragon Surabaya ini akan menyuguhkan dua menu barunya, Tengkleng Kambing, dan Gulai Kepala Salmon.

Untuk meracik dua menu tersebut juga dilakukan dengan cara tak biasa oleh para juru masak
tersebut.

Tengkleng Kambing misalnya, menurut Sumarno, Executive Sous Chef Hotel Java Paragon, menu khas Solo ini menggunakan iga kambing lokal.

Untuk menghilangkan aroma daging kambing, lanjut Chef Sumarno, iga kambing tersebut
direndam mengggunakan sejumlah rempah-rempah, di antaranya adalah cengkeh, kayu manis,
laos, jahe, dan bawang putih.

Agar daging kambing terasa empuk, proses masaknya memakan waktu sekitar 1,5 jam. Dan
supaya airnya tidak cepat habis selama proses masak, apinya diatur kecil.

Sedang Gulai Kepala Salmon tak kalah istimewanya. Sebab, masakan ini memakai kapulaga
yang diyakini bisa bermanfaat untuk menghilangkan masuk angin.

“Efek kapulaga ini bikin badan jadi hangat,” tutur Chef Sumarno.

Selain kapulaga, kuah Gulai Kepala Salmon ini juga diberi asam dan cabe.

“Rasanya jadi ramai,” begitu canda Chef Sumarno.

Sebab, selain pedas, Gulai Kepala Salmon ini terasa gurih lantaran menggunakan santan.

Menu Gulai Kepala Salmon ini diyakini Chef Sumarno memberi banyak efek positif buat tubuh.

“Ikan kan dikenal jenis seafood yang netral dan mengandung protein tinggi,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, ikan juga bermanfaat untuk meningkatkan pertumbuhan otak. Karena itu
pula dua menu tersebut menjadi andalan di The Café.

“Menu ini spesial karena jarang ada. Biasanya kan kakap atau ikan mas,” kata Rendy Eka
Saputra, Public Relation Manager Hotel Java Paragon Surabaya.

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help