Pemkot Surabaya

Sejumlah Masalah ini Penyebab Dana Rp 9,5 Miliar Modal Pemkot ke PD Pasar Dipending

“Kita belum cairkan dululah untuk penyertaan modal PD Pasar Surya Rp 9,5 miliar,” ucap Hendro di sela-sela rapat.

Sejumlah Masalah ini Penyebab Dana Rp 9,5 Miliar Modal Pemkot ke PD Pasar Dipending
Surabaya.tribunnews.com/Fatimatuz Zahroh
Sekkota Surabaya, Hendro Gunawan. 

SURYA.CO.ID | SURABAYA – Pembahasan perubahan anggaran belanja APBD Kota Surabaya tahun 2017 terus dilakukan. Hari ini, Jumat (29/9/2017), Badan Anggaran DPRD dan Tim Anggaran Pemkot Surabaya melakukan rapat finalisasi perubahan pos anggaran yang akan dibelanjakan di masing-masing organisasi perangkat daerah.

Sekkota Surabaya Hendro Gunawan mengatakan salah satu bahasan dalam rapat kali ini masih ditahannya pemberian penyertaan modal untuk Perusahaan Daerah Pasar Surya senilai Rp 9,5 miliar.

“Kita belum cairkan dululah untuk penyertaan modal PD Pasar Surya Rp 9,5 miliar,” ucap Hendro di sela-sela rapat.

Ada beberapa faktor penyertaan modal di perusahaan daerah penyelola pasar tradisional tersebut dipending.

Faktor pertama adalah kekosongan direksi. Dimana direktur utama PD Pasar Surya saat ini kosong. Begitu juga untuk posisi direktur adminitrasi dan keuangan.

“Uang di APBD ada, di anggaran belanja murni juga sudah dialokasikan. Tapi kita masih evaluasi dulu rekrtumen direksinya sudah sejauh mana,” ungkap Hendro.

Tidak hanya itu, yang juga menjadi faktor ditahannya penyertaan modal PD Pasar Surya adalah evaluasi kinerja PD Pasar Surya.

Menurutnya skor serapan anggaran selama satu tahun ini akan menjadi penentuan untuk adanya penyaluran penyertaan modal ini.

“Ya kita tahan dulu, kita cairkan tahun 2018. Sebab dari diskusi yang berkembang, di sisa tiga bulan ini, jangan dululah untuk penyalura modal ini,” ucap pria yang juga mantan Kepala Bappeko Surabaya ini.

Jika permasalahan direksi dan evaluasi kinerja semua sudah beres, maka penyertaan modal bisa disalurkan.

Termasuk masalah pemilihan direksi yang hingga kini belum dilakukan dan belum ada progress. Menurutnya, Pemkot akan menunggu mekanisme yang sedang disusun badan pengawas.

“Nggak masalah kalau memang harus ditunggu. Lebih baik menunggu lama atau rekrutmen dilakukan berulang daripada perusahaan rugi miliaran rupiah,” kata Hendro.

Di sisi lain Kepala Bagian Perekonomian Pemkot Surabaya Khalid mengatakan bahwa pihaknya kini memang sedang mempermasalahankan penggunaan dana penyertaan modal yang dicairkan sejak tahun 2016 sebesar Rp 10 miliar.

Dana tersebut belum dilaporkan pertanggungjawabannya oleh PD Pasar ke Pemkot. Sehingga Pemkot masih belum bisa memberikan tambahan penyertaan modal untuk tahun ini.

“Penyertaann modal tahun 2016 digunakan untuk realiasasi revitaliasi pasar di tahun 2017. Nah ini yang belum mereka laporkan. Dan arahan dari bu wali kota memang jangan diberikan dulu,” kata Khalid.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help