Surya/

DPRD Surabaya Berguru Cyber dan IT di Kroasia

Tak hanya berkunjung ke Hungaria, sejumlah anggota DPRD Surabaya juga berkunjung ke Kroasia untuk mempelajari seputar teknologi informasi.

DPRD Surabaya Berguru Cyber dan IT di Kroasia
ist
Didampingi Dubes RI untuk Hungaria, Dra Wening Esthyprobo Fatandari, Ketua DPRD Surabaya Ir Armuji bertukar cinderamata di salah satu universitas terkemuka di Budpest, Hungaria. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Selain ke Hungaria, rombongan DPRD Surabaya juga berkunjung ke Zagreb, Kroasia.

Kunjungan ke sana dilakukan karena Surabaya sudah memiliki kerjasama dengan Zagreb,  terutama dengan kampus-kampus di Surabaya.

Di negara pecahan Yugoslavia ini paling tepat untuk belajar dunia teknologi informasi (IT/Information and Technology), terutama di bidang cyber. Banyak mahasiswa negara lain juga belajar cyber di negara ini.

Ketua DPRD Surabaya Ir Armuji mengatakan, di Kroasia banyak ahli di bidang IT terutama cyber.

“Bidang ini begitu sentral dalam hal sistem keamanan di negara ini. Pihak kepolisian di kota itu mengadopsi semua sistem berbasis cyber. Banyak yang sudah mengakui bahwa di Kroasia banyak ahli cyber,” kata Armuji, Rabu (27/9).

“Banyak orang Korea belajar di Kroasia. Orang Amerika juga tak malu belajar di negara itu. Masak kita yang sudah kerjasama tidak belajar ke sana,” kata Cak Ji, panggilan akrab Armuji.  

(Baca: Kunjungan ke Hungaria dan Kroasia, DPRD Surabaya Perjuangkan Tambah Kuota Beasiswa di Eropa)

Untuk sekolah serupa yaitu di bidang cyber, di Asia memang belum ada. Maka dari itu perlu ada transfer ilmu agar universitas di Surabaya bisa mendidik keilmuan di bidang yang sama.

"Kalau tidak Oktober ya November (perwakilan dari pemerintah Kota Zagreb) ke Surabaya untuk menjalin kerjasama dengan universitas di Surabaya. Kami menyambut dengan baik. Ada dua kampus, salah satunya Universitas Narotama," jelas Cak Ji

Bentuknya nanti, selain transfer ilmu, juga akan dilakukan pertukaran mahasiswa. Juga akan ada
kerjasama sistercity Surabaya-Zagreb. Menurut Armuji, kesamaan sebagai kota pelabuhan membuat jalinan kerjasama ini bisa dilakukan oleh kedua kota tersebut.

“Di Kroasia, ada perusahaan teknologi informatika yang cukup besar. Kami juga ditemui dengan parlemen dan staf luar negeri di sana. Kita tangkap dan pelajari apa yang harus dibangun dalam kerjasama sistercity nantinya," tambahnya.

Selain itu, kerjasama dalam penataan kota dan pengelolan wisata kota juga perlu dijalin. Peninggalan budaya dan heritage menjadi salah satu yang akan ditingkatkan kerjasamanya. (fai)

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help