Pemkot Surabaya

Command Center Sering Terima Telepon 'Ayu Ting Ting'- Kabid BPB dan Linmas: Biasanya Minta Kenalan

"Ada penelepon yang memberi informasi ada kebakaran di Dupak, misalnya, ternyata setelah kita tindak lanjuti ternyata di sana sudah tidak ada."

Command Center Sering Terima Telepon 'Ayu Ting Ting'- Kabid BPB dan Linmas: Biasanya Minta Kenalan
surya/rorry nurwawati
Wali Kota Tri Rismaharini mendampingi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Asman Abnur meninjau lokasi Command Center di Gedung Siola, Surabaya, Kamis (25/8/2016). 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Setelah lebih dari setahun Command Center didirikan Pemerintah Kota Surabaya, layanan pengaduan 24 jam dengan nomor mudah diingat 112 mulai dikenal masyarakat.

Warga Surabaya yang mengalami, melihat ataupun mendengar adanya peristiwa emergency segera melapor ke Comman Center dengan menghubungi layanan bebas pulsa 112.

Mulai kebakaran, kecelakaan, banjir, selokan macet, hingga pohon tumbang. Namun, sayangnya kesadaran warga Surabaya untuk melapor secara benar dan tepat ternyata masih rendah.

Ini terbukti banyaknya laporan palsu yang masuk ke layanan berlokasi di Gedung eks Siola tersebut.

Kepala Bidang Badan Penanggulangan Bencana dan Linmas Pemkot Surabaya, Yudi Eko, mengatakan cukup banyak laporan palsu dan penelfon iseng yang menghubungi 112 belakangan ini.

"Mereka memberikan laporan palsu, yang paling sering sih kebakaran. Ada penelepon yang memberi informasi ada kebakaran di Dupak, misalnya, ternyata setelah kita tindak lanjuti ternyata di sana sudah tidak ada," kata Eko, Rabu (27/9/2017).

Hal itu tidak hanya terjadi sekali dua kali. Kalau sedang musim penelepon iseng, seminggu bisa sampai tiga kali ada pengaduan palsu.

Bukan hanya laporan kejadian palsu saja, yang juga sering terjadi adalah penelepon iseng. Misalnya, ada pengadu yang menghubungi 112 dan malah mengajak ngobrol petugas yang berjaga.

"Jadi mereka ngobrol aja sama petugas, minta kenalan, dan juga membicarakan hal-hal yang bukan berbau laporan kejadian," ucap Eko.

Akan tetapi dikatakan Eko, penelopon iseng itu tetap diladeni.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help