Properti

Citra Harmony Optimistis Segmen Menengah Atas Tumbuh Tahun Ini

Marketing Manager Citra Harmony, R. Mayasari, mengungkapkan, sejak pihaknya menggarap segmen kelas premium pasar terus menujukkan respons positif.

Citra Harmony Optimistis Segmen Menengah Atas Tumbuh Tahun Ini
surya/sugiharto
Calon pembeli mengamati rumah yang ada di Riverside Citra Harmoni Sidoarjo, Rabu (27/9/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pengembang property, Citra Harmoni, optimistis segmen pertumbuhan di sektor menengah-atas akan kembali terdongkrak di tahun ini.

Sama dengan tahun sebelumnya, peningkatan di segmen ini akan berada di kisaran 10 persen.

Marketing Manager Citra Harmony, R. Mayasari, mengungkapkan, sejak pihaknya menggarap segmen kelas premium di tahun 2015 silam, pasar terus menujukkan respons positif.

Misalnya, pada 2015 yang mana Citra Harmoni menjual rata-rata unitnya di kisaran harga Rp 600 jutaan, unit kelas premium berkontribusi pada pemasukan perusahaan sebesar 10 persen.

Lalu, pada 2016, dimana Citra Harmoni menjual unitnya di kisaran harga Rp700 jutaan, sektor premium meningkat berkontribusi hingga 20 persen dari total pemasukan perusahaan.

"Di 2017, pun demikian. Kami menilai sektor premium masih akan mendapatkan pasar yang signifikan dan berkontribusi sebesar 30 persen terhadap pemasukan perusahaan secara umum," jelas Maya, ketika ditemui, Rabu (27/9/2017).

Untuk mewujudkan target tersebut, Citra Harmoni bertumpu pada kluster New York, yang telah dirilis pada Agustus silam.

"Kami menyiapkan perumahan menengah yang premium. Dengan pilihan dua lantai, dengan dengan flyover dan bisa dijadikan nilai investasi yang lebih," jelas General Manager Citra Harmony, Hartono Winarko, di tempat yang sama.

Kluster New York disediakan dengan kisaran harga Rp600 jutaan hingga Rp800 jutaan dan hanya terbatas di 170 unit.

Lebih lanjut, Mayasari mengatakan bahwa strategi perusahaanya yang menawarkan unit dua lantai ternyata menarik para pesaing untuk ikut menawarkan hal serupa.

Untuk menyiasati hal ini, ia membuka kemungkinan untuk menerapkan skema NUP (Nomor Urut Pemesanan).

Yakni, harga unit yang ditawarkan ditentukan dengan kuantitas NUP yang diberikan.

Dengan kata lain, semkakin cepat membelinya, harganya akan semakin murah.

"Kami tertarik untuk mencoba strategi serupa dan akan kami aplikasikan di kedepannya," pungkas Maya.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help