Surya/

Sambang Kampung

Bentuk UKM Dahlia, Warga Tenggumung Baru Selatan Kembangkan Usaha Kue Basah

"Sehari bisa bikin kue sampai seribu kue. Macam-macam jenisnya, kira-kira ada 15 macam," ucap Qowi.

Bentuk UKM Dahlia, Warga Tenggumung Baru Selatan Kembangkan Usaha Kue Basah
surya/achmad zaimul haq
UKM Usaha kue basah warga kampung Tenggumung Baru Selatan. 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Di tengah gempuran jajanan kekinian, jajanan tradisional semakin tergerus perkembangan zaman. Namun hal tersebut tidak mengurungkan niat warga kampung Tenggumung Baru Selatan untuk membuka usaha jajanan tradisonal kue basah.

Saat disambangi Surya.co.id, Rabu (27/9/2017), kediaman Qowi Aisyah tengah sibuk membuat kue. Ada yang sedang membuat onde-onde, ada yang tengah asik membuat isian koci-koci dan ada pula yang tengah sibuk membuat bumbu untuk isian lemper.

Setidaknya seribu kue diproduksi setiap harinya oleh Qowi bersama UKM Dahlia. Usaha ini mulanya  milik Qowi pribadi. Namun setelah dikembangkan bersama dengan membentuk UKM setingkat kampung, usaha jajanan kue basah ini cukup ramai orderan.

"Sehari bisa bikin kue sampai seribu kue. Macam-macam jenisnya, kira-kira ada 15 macam," ucap Qowi.

Kini, ada sepuluh orang yang ikut membantu dalam menganbangkan usaha kue basah ini. Tiga orang khusus untuk membantu produksi kue, dan tujuh yang lain keliling memasarkan kue basah. Ke sekolah, rumah sakit, dan keliling kampung dan pusat keramaian.

"Selain itu dari PKK juga banyak yang berperan sebagai marketing. Banyak menerima pesanan. Misalnya ada posyandu, jajanannya ya pesan di kita, lalu kalau ada hajatan, alhamdulillah selalu ada saja," kata Qowi.

Ibu empat orang anak ini menyebutkan bahwa jenis kue yang diproduksi memang dipilih adalah kue basah. Mulai lemper, roti kukus, pastel, donat, agar-agar, apem, risoles, nagasari, kue tok, kue lapis, lumpur dan juga wajik.

"Sejauh ini saya memang sukanya memhuat kue basah. Bisa sih kue kering tapi memang lebih ingin mengembangkan dan melesrarikan kue basah," ucapnya. Kue hasil produksi Qowi dijual dengan harga tidak mahal. Per kue nya bisa dinikmati dengan harga Rp 1500 saja.

Lantaran banyak macam kue yang diproduksi, Qowi harus terus memproduksi memanfaatkan waktu 24 jam yang ada. Semua masih dilakukan manual dan dibuat di rumahnya sendiri dengan dibantu tiga orang pegawai yang juga tetangga rumahnya.

"Kalau onde-onde membuatnya siang. Kalau sore mulai menbuat adonan kue lumpur, nanti tengah malam lemper, dan banyak mbk, mutar saja, yang jelas pagi harus sudah siap dijajakan oleh yang bagian keliling," kata Qowi.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help