Surya/
Grahadi

Press Release

Kinerja Dekranasda Jatim Dipuji Ketua Harian Dekranas

Kinerja dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) Jatim yang diketuai Nina Soekarwo, mendapat apresiasi dari Ketua Harian Dekranas, Erni Tjahjo Kumolo.

Kinerja Dekranasda Jatim Dipuji Ketua Harian Dekranas
ist/humas pemprov jatim
Rakernas Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) tahun 2017 di Jakarta, Selasa (26/9/2017) 

SURYA.co.id | JAKARTA - Kinerja dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) Jatim yang diketuai Dra Hj Nina Soekarwo, khususnya dalam membina dan memajukan para pengrajin di Jawa Timur, dipuji Ketua Harian Dekranas, Ny Erni Tjahjo Kumolo.

Pujian disampaikan isteri Menteri Dalam Negeri di hadapan Ketua Umum Dekranas, Hj Mufida Jusuf Kalla dan isteri para gubernur yang sekaligus ketua Dekranasda se Indonesia, pada Rakernas Dekranas di gedung Jend A H nasution lantai 16 Kementerian Pertahanan RI Jl Merdeka Barat 13-14 Jakarta Pusat, Selasa (26/9).

Dalam Rakernas Dekranas ini, Bude Karwo, sapaan akrab Dra Hj Nina Soekarwo mempresentasikan berbagai program dan kegiatan Dekranasda Jatim dalam memajukan pengrajin UMKM di Jatim.

Di antaranya, bekerjasama dengan Pemprov Jatim dalam pemberian pinjaman dengan bunga 6 persen yang berasal dari dana bergulir bank UMKM dan Bank Jatim, yang berasal dari loan agreement antara Bank Jatim dan Pemprov Jatim.

Program lain,  di antaranya adalah fasilitasi pengurusan ISO, SNI, HAKI dan merek batik.

Langkah itu, kata Bude Karwo, mampu meningkatkan ekonomi masyarakat, termasuk para pengrajin.

Bukan hanya mampu mengentas kemiskinan dan pengangguran khususnya kaum wanita di Jatim, tetapi juga meningkatkan income per capita di Jatim, yang tahun 2017 naik menjadi US $ 3.900 atau sekitar Rp 50 juta.

Dalam presentasinya, Bude Karwo juga menegaskan komitmennya untuk menjadikan dan mempertahankan batik, perhiasan, dan produksi kulit sebagai produk unggulan Jatim.

Demikian pula, produk tenun dan dekorasi batik untuk rumah tangga sebagai inovasi pengembangan batik, serta produk barang kerajinan yang memadukan batik dan dan kulit.

Alasannya, beberapa kabupaten/ kota di Jatim memiliki potensi unggulan produk-produk tersebut, seperti Tuban, Kab Malang, Kota Kediri, dan Trenggalek.

Untuk merealisasikan program tersebut, lanjutnya, dilakukan sinergi dengan pemprov Jatim, khususnya melalui penyelenggaraan pelatihan-pelatihan teknis.

Di antaranya, Pelatihan Peningkatan Mutu Batik Tulis Warna Alam, Peningkatan Mutu Produk Kulit dan Alas Kaki, pelatihan Peningkatan Mutu Batu Mulia, dan Pelatihan Peningkatan Mutu dan Desain Bordir.

"Kedepannya, Dekranasda Jatim akan lebih fokus pada kualitas produk, design, dan promosi melalui internet (E-commmerce)," ujarnya sambil menambahkan juga akan dilakukan penguatan daya saing produk industri pengrajin melalui kepemilikan legalitas dan standarisasi produk.

Ditambahkan, Dekranasda Provinsi Jatim tidak lupa juga menggelar pameran produk unggulan para pengrajin Jatim. Diantaranya, dengan mengikuti pameran “KRIYANUSA” yang digelar Dekranas dari tg 27 September – 1 Oktober di Jakarta Convention Center. Pameran tsb direncanakan dibuka secara resmi oleh presiden Jokowi. 

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help