Surya/

Lapor Cak

Bus Trans Sidoarjo Tinggal 6 Unit yang Beroperasi

"Sejak Sebulan lalu kelihatannya bus tinggal 6 unit yang dioperasikan. Saya tidak tahu kenapa. Tapi memang penumpangnya sepi," ucap Rizki, kondektur.

Bus Trans Sidoarjo Tinggal 6 Unit yang Beroperasi
surya/nuraini faiq
Seorang penumpang menaiki tangga Bus Trans Sidoarjo. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Masa tunggu atau interval keberangkatan antarbus Trans Sidoarjo di terminal Purabaya saat ini lebih lama karena ada pengurangan armada. Jika selama ini ada 10 unit yang beroperasi kini berkurang tinggal 6 unit.

"Sejak Sebulan lalu kelihatannya bus tinggal 6 unit yang dioperasikan. Saya tidak tahu kenapa. Tapi memang penumpangnya sepi," ucap Rizki, kondektur perempuan.

Belum diketahui persis kenapa armada bus yang tinggal 10 unit kini dikurangi lagi. Bisa jadi karena PT Damri selaku operator bus tak mau merugi. Selama ini karena sepi penumpang sehingga biaya operasional tak nyucuk.

Informasinya, dengan mengoperasikan 10 Unit bus setiap hari Damri merugi Rp 3 juta lebih. Biaya opersional, bbm, perawatan, hingga honor kru tak bisa ditutup dengan pendapatan tiket penunpang.

General Manajer PT Damri Cabang Surabaya Purwanto mengakui bahwa sebelum ini ada dana subsidi dari pusat, namun begitu dicabut kelimpungan.

"Memang armada kami berkurang. Sebagian harus masuk bengkel dan kami istirahatkan dulu. Kalau sudah selesai beroperasi lagi," terang Purwanto.

Bus Trans Sidoarjo semangat awalnya adalah memberi alternatif angkutan massal yang nyaman dan murah. Namun, kini kalah dengan angkutan umum berbasis aplikasi.

Trans Sidoarjo pertama kali diluncurkan pada 2015. Seiring beroperasinya bus bertangga tinggi itu, Sidoarjo siap mengikutinya dengan membangun halte bertangga tinggi namun hingga kini tetap tak laku.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help