Tim Ahli Trem Surabaya Kembali Diaktifkan untuk Rencanakan Trem

Trem Surabaya sudah pasti tak didanai dari APBN. Karenanya, Pemkot Surabaya mengaktifkan kembal tim Ahli yang sebelumnya pernah dibentuk. Ini tujuanny

Tim Ahli Trem Surabaya Kembali Diaktifkan untuk Rencanakan Trem
surya/fatimatuz zahroh
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini 

SURYA.co.id | SURABAYA – Setelah mendapatkan kepastian bahwa trem Surabaya tidak didanai APBN, Pemkot Surabaya mulai memikirkan kembali upaya agar angkutan massal cepat itu tetap bisa terealisasi, dengan dana APBD ataupun dengan dana dari investor.

Terkait hal itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menegaskan bahwa pekan lalu Kementerian Perhubungan sudah memberikan keterangan resmi terkait tidak adanya dana APBN untuk trem Surabaya.

“Mereka ke sini dengan membawa konsultan. Tapi ya tidak bisa begitu, saya sudah bilang ke mereka saya nggak bisa pakai konsultan yang mereka bawa, harus ada spesifikasi sesuai dengan yang kita punya,” ucap Risma, Minggu (24/9/2017).

Sebab, dijelaskan Risma, desain trem Surabaya bukanlah hasil rancangan Pemkot. Melainkan hasil pemikiran banyak pihak. Yaitu para pakar yang terdiri dari universitas yang berbeda beda. Sehingga nantinya harus tetap menggunakan desain yang sudah ada.

Lebih lanjut, terkait take over proyek trem ini, Risma berencana untuk segera mengadakan komunikasi dengan DPRD. Terutama terkait perubahan skema pengerjaan dan pendanaan.

“Untuk pastinya nanti akan pakai APBD sepenuhnya, atau pakai investor atau pakai pinjam ke world bank bukan aku yang putuskan. Aku menyerahkan semuanya ke tim ahli, aku nggak boleh mengarahkan dan memperngaruhi mereka,” kata Risma.

Tim ahli yang dimaksud adalah tim pakar yang sempat terbentuk di tahun 2012 lalu. Yang terdiri dari pakar dari berbagai macam perguruan tinggi di Indonesia. Mulai ITS, Unair, ITB, UI, Untag, lalu juga ada Bappenas, Kementerian Dalam Negeri, dan juga Kemnterian Keuangan.

“Kalau sudah beauty contest aku sudah nggak bisa ikut campur. Keputusan semuanya ada di tim. Tim ini sudah ada perwalinya juga, jadi tim ahli ini kita aktifkan lagi,” kata Risma.

Saat ini ia sudah meminta Bappeko Surabaya untuk kembali menjalin komunikasi dengan tim yang sempat vakum lantaran ada arahan pendanaan trem dari APBN beberapa waktu lalu. 

“Tendernya bagaimana, juga terserah mereka. Namun data yang dibutuhkan kita akan siapkan. Termasuk data dari worldbank tentang kemampuan pinjaman Surabaya. Nilai dari worldbank untuk Surabaya sudah dapat A plus plus,” kata Risma.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved