Surya/

Berita Sidoarjo

Lumpur Lapindo Berpeluang Jadi Wisata Terunik- Pemkab: Untuk Menang Perlu Dukungan Warga Jatim

"Jika jadi juara, yang menikmati hasilnya tak hanya warga Sidoarjo, tapi juga warga Jatim, yaitu berupa banyaknya kunjungan wisata."

Lumpur Lapindo Berpeluang Jadi Wisata Terunik- Pemkab: Untuk Menang Perlu Dukungan Warga Jatim
surya/eben haezer panca
Warga menyaksikan seni instalasi patung di sekitar pusat semburan lumpur Lapindo, Desa Siring, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (29/5/2014). Pemasangan patung-patung tersebut untuk memperingati sewindu semburan lumpur Lapindo.

SURYA.co.id | SIDOARJO - Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Sidoarjo berharap dukungan warga Jatim untuk memilih Lumpur Lapindo atau Lumpur Sidoarjo (Lusi) dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia Award (APIA) 2017.

Harapan dukungan ini karena lumpur Lapindo berpeluang besar menjadi juara untuk kategori Wisata Terunik.

Hal ini menyusul posisi lumpur Lapindo naik dua peringkat dari posisi empat menjadi posisi dua pada hasil sementara per Agustus lalu.

Plt Kepala Disporapar Sidoarjo, Joko Supriyadi, mengatakan kenaikan peringkat ini tak luput dari partisipasi warga Kota Delta yang telah memilih lumpur Lapindo di situs APIA maupun melalui SMS.

"Lumpur Lapindo membuka peluang untuk menjadi juara wisata terunik setelah naik dua peringkat dari dukungan warga Sidoarjo. Sekarang kami sangat berharap masyarakat Jatim juga turut mendukung," kata Joko, Minggu (24/9/2017).

Joko menuturkan dari 10 obyek wisata yang masuk pada kategori Wisata Terunik ini, hanya lumpur Lapindo yang dari Jatim. Dukung warga Jatim juga diperlukan agar bisa juara.

"Jika jadi juara, yang menikmati hasilnya tak hanya warga Sidoarjo, tapi juga warga Jatim, yaitu berupa banyaknya kunjungan wisata," sambungnya.

Saat ini, Lusi menduduki peringkat 2 dengan perolehan 13,9 persen dari total suara yang masuk.
Saingan terberat di peringkat pertama wisata Pulau Kakaban, Kabupaten Berau, yang memperoleh 25,2 persen.

Meski di peringkat kedua, posisi lumpur Lapindo rawan tergeser. Sebab, di posisi ketiga, yakni wisata Goa Jomblang, Kabupaten Gunung Kidul, memiliki nilai hampir setara, yaitu 13,4 persen.

Joko menyatakan akan semakin mempromosikan lumpur Lapindo sebagai obyek geowisata, baik melalui media massa maupun media sosial, kepada masyarakat Jatim.

Halaman
12
Penulis: Irwan Syairwan
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help