Citizen Reporter

Belajar Cermat ala Siswa Citra Berkat

mengenalkan keterampilan mengelola keuangan bukan mengajarkan kesenangan membelanjakan uang dengan praktik langsung ke lapangan dilakukan siswa SD ini

Belajar Cermat ala Siswa Citra Berkat
elda yanuar/citizen reporter
Belanja cermat ala siswa SD Citra Berkat 

Reportase ELDA YANUAR
Kepala SD Citra Berkat The Taman Dayu, Pandaan

MENGATUR keuangan adalah hal penting dalam hidup. Untuk itulah keterampilan ini perlu dilatih sejak dini agar saat dewasa bisa disiplin mengatur keuangan. Hal ini diterapkan SD Citra Berkat, The Taman Dayu Pandaan dengan mengajak murid kelas tiga untuk praktik langsung softskill penggunaan uang.

Aktivitas ini merupakan implementasi dari mata pelajaran integrasi matematika, IPA dan IPS sekaligus menerapkan smart kidprenuer. Yakni, program pengembangan kurikulum nasional berbasis kewirausahaan.

Di kelas, siswa belajar tentang perubahan bentuk dan wujud benda (IPA). Setelah itu, siswa membuat perencanaan proyek, yaitu karya yang menerapkan konsep perubahan bentuk serta wujud benda dan layak dijual (IPS).

Dari perencanaan tersebut, siswa membuat daftar belanja kebutuhan proyek. Ada yang membuat proyek berupa makanan dari cokelat, agar-agar, jelly, dan lainnya. Nah, sekarang saatnya belanja!

Siswa belanja di sebuah swalayan di Pasuruan, Kamis (7/9/2017). Setiap siswa dibekali amplop berisi uang belanja Rp 60.000 ribu. Tantangannya adalah siswa dipersilakan membeli kebutuhan proyek namun tak boleh melebihi anggaran.

Siswa dibagi dalam tiga kelompok dan didampingi satu pemandu dari pusat perbelanjaan dan seorang guru. Sambil melewati koridor-koridor di area belanja, pemandu menjelaskan beberapa macam produk dan siswa dapat memilih produk yang sesuai dengan daftar belanjanya.

Ternyata, belanja bagi para siswa ini tak semudah ketika menemani mama belanja bulanan. Kali ini siswa harus cermat dan teliti. Seperti saat tiba di area gula, ternyata ada banyak pilihan gula, bukan sekadar cari, ambil, dan bayar.

Ada yang membutuhkan pengaduk lilin, dan ternyata ada bermcam-macam bahan dan model sehingga membuat siswa bingung mana yang akan dibeli. 

Ada pengaduk dari stainless, plastik, dan kayu. Ada yang gagangnya dilapisi plastik dan polos. Ada yang ujungnya hampir rata, ada juga yang cekung dan dalam. Bikin bingung mau beli yang mana.

Siswa juga belajar membandingkan kualitas produk yang satu dengan yang lain, harga juga ukurannya. Bagi siswa kelas tiga, hal ini cukup menantang. Belum lagi ketika barang yang mereka butuhkan tidak ditemukan di tempat belanja. Siswa harus memikirkan produk pengganti agar rencana membuat proyek dapat terlaksana. Hal ini penting dilakukan agar total hargabarang tak melebihi bujet. Ternyata rumit juga ya!

Pelajaran penting lainnya adalah ketika melewati koridor makanan ringan dan permen. Beberapa siswa ingin sekali menggunakan uang belanja untuk membeli makanan manis tersebut, tetapi kemudian ingat bahwa harus menyelesaikan tantangan dengan baik.     

Saatnya membayar, siswa menuju kasir dan tertib mengantre. Setiap kali barang dipindai, siswa memperhatikan layar monitor dengan deg-degan karena khawatir hitungan salah sehingga melebihi bujet. Hasilnya? Ternyata, 94 persen siswa berhasil melaksanakan tantangan belanja sesuai bujet.

foto:

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help