Surya/

Ajukan Akreditasi A PGSD, Unusa Ingin Buka Program PPG

Universitas Nadhlatul Ulama Surabaya (Unusa) berencana membuka program Pendidikan Profesi Guru (PPG).Namun untuk itu, mereka harus punya akreditasi A.

Ajukan Akreditasi A PGSD, Unusa Ingin Buka Program PPG
surabaya.tribunnews.com/aflahul abidin
Rektor Unusa, Prof Achmad Jazadie 

SURYA.co.id | YOGYAKARTA - Universitas Nadhlatul Ulama Surabaya (Unusa) berencana membuka program Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Perguruan tinggi tersebut tengah mengurus status akreditasi program studi (prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) menjadi A agar dapat membuka program PPG.

Salah satu syarat perguruan tinggi untuk bisa menyelenggarakan program itu, yakni minimal memiliki satu akreditasi A pada lembaga atau prodi. Sementara sisanya, diizinkan terakreditasi B.

Status akreditasi kelembagaan Unusa saat ini adalah B. Maka, pengajuan akreditasi A untuk prodi PGSD tengah diusahakan demi memenuhi syarat.

Rektor Unusa Prof Achmad Jazidie mengatakan, saat ini para lulusan ilmu kependidikan belum memiliki kebolehan untuk mengajar. Itu jika merujuk pada amanat Undang-Undang Guru dan Dosen 14/2015.

Proses pengajuan akreditasi A ke Direktorat Jenderal Kelembagaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) sudah dilakukanm Proses visitasinya pada Oktober mendatang. Jazadie memprakirakan hasil pengajuan itu sudah akan diterima sebelum pergantian tahun ini.

Dengan begitu, pengajuan PPG bisa dilakukan pada tahun depan. "Kami menyadari, persoalan pendidikan dasar dan menengah salah satunya adalah guru. Unusa ingin berkontribusi," kata Jazidie, Minggu (24/8/2017).

Menurut dia, perguruan tinggi yang saat ini bisa menyelenggarakan program PPG masih sedikit. Padahal, kebutuhan kerja pada profesi itu masih sangat tinggi. Ia berharap, keinginan untuk membuka program PPG dapat berjalan lancar. Tujuannya supaya para lulusan S-1 kependidikan punya tambahan pilihan apabila ingin mengikuti program PPG.

Dari sisi lain, kata Jazidie, Unusa bekerja sama dengan USAID Prioritas. Bentuknya yakni pemanfaatan modul-modul, video, dan buku praktik tentang pelatihan guru. Ia yakin, kerja sama itu akan mendukung apabila Unusa mendapatkan izin membuka program PPG.

Hingga saat ini, Unusa baru sekali meluluskan mahasiswa PGSD. Mereka yang ingin melanjutkan PPG, kata Jazadie, memilih ke kampus lain yang menyelenggarakan. Selain untuk menampung lulusan Unusa, Jazadie juga optimistis mampu menyerap lulusan S-1 kependidikan kampus lain jika program PPG dapat dibuka.

"Kami tidak hanya mengandalkan lulusan-lulusan sendiri karena kebutuhan PPG masih tinggi," ujarnya.

Jika pengajuan akreditasi A prodi PGSD tak diterima, Jazadie berharap, standar penyelenggaraan PPG akan diturunkan. Ia bilang, keinginan Unusa membuka PPG juga ingin menunjukkan antusias perguruan tinggi swasta.

"Kalau bersikukuh (syaratnya), mungkin hanya sedikit yang bisa menyelenggarakan (PPG)," pungkasnya.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help