Surya/

Sosok

Ari Anggraeni Mayadewi: Berburu Boneka

Menurut Maya, permainan ini awalnya dikenalkan oleh anak sulungnya. Ketika kemudian dirinya mencoba malah jadi keranjingan.

Ari Anggraeni Mayadewi: Berburu Boneka
surya/achmad pramudito
Ari Anggraeni Mayadewi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Di tengah jadwal kerja yang sangat padat, Ari Anggraeni Mayadewi punya hobi yang tak biasa, berburu boneka di Claw Machine. Hebatnya, setiap melakukan permainan anak kedua dari tiga bersaudara ini nyaris tak pernah gagal.

Akibatnya, koleksi boneka di rumah pun jadi menumpuk. “Wah, sudah nggak bisa hitung berapa banyak,” celetuknya ketika ditemui Surya.co.id, Jumat (22/9/2017).

Perempuan yang akrab disapa Maya ini mengaku permainan itu biasa dilakukan ketika mendampingi ketiga anaknya bermain di pusat perbelanjaan.

“Jadi ketika anak-anak bermain, saya nggak cuma duduk, tetapi juga ikutan bermain,” katanya sambil tertawa.

Menurut Maya, permainan ini awalnya dikenalkan oleh anak sulungnya. Ketika kemudian dirinya mencoba malah jadi keranjingan. Apalagi di setiap permainan dia hampir dipastikan selalu mendapatkan hadiah boneka yang ‘dipancing’nya.

Selain banyak belajar dari anak sulungnya, keberhasilannya meraih hadiah boneka itu dia peroleh karena banyak mencermati permainan orang lain.

“Saya selalu amati orang lain yang bermain di satu mesin tertentu. Karena tiap mesin punya ‘karakter’ berbeda jadi pintar-pintarnya kita mempelajari celahnya agar bisa mendapatkan hadiahnya,” ungkap Human Capital Manager Zoom Hotel Surabaya ini.

Maya tak peduli ketika hobinya itu jadi bahan olok-olok teman-temannya yang menganggap permainan anak kecil.

“Ya suka-suka aku dong. Namanya juga ‘me time’. Apa aja yang bikin aku happy aku lakuan,” celetuknya.

Diakui Maya, dirinya cenderung tak suka jenis ‘me time’ yang berurusan dengan salon kecantikan.

“Kalau mau perawatan diri ya saya lakukan sendiri di rumah saja. Nggak harus khusus ke salon,” tegas Maya yang juga aktif sebagai Wakil Ketua Forum Komunikasi Pimpinan Personalia Hotel Jawa Timur.

Diakui Maya, aktivitasnya di organisasi itu juga bentuk ‘me time’nya yang lain.

“Sejak masih sekolah saya memang sudah aktif di organisasi. Saya merasa fresh ketika berada di tengah teman-teman dan melakukan sesuatu,” ujar penikmat menu-menu berbumbu macam rujak cingur dan semanggi ini.

Disinggung soal pekerjaannya yang berkaitan dengan kinerja seseorang, lulusan Psikologi Universitas Airlangga ini menyatakan sangat menikmati.

“Karena dari dulu keinginan saya adalah mengembangkan potensi orang untuk jadi lebih baik, atau bahkan jadi lebih sukses dari sebelumnya,” kata Maya.

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help