Surya/

Lapor Cak

Mobil Antar Jemput Siswa Rampas Jalan Warga Kampung Kedondong Tegalsari

Warga jl Kedondong, Kelurahan Tegalsari, Surabaya, memprotes akses masuk dan keluar kampung mereka yang 'dirampas' oleh mobil-mobil di sekolah swasta.

Mobil Antar Jemput Siswa Rampas Jalan Warga Kampung Kedondong Tegalsari
surabaya.tribunnews.com/nuraini faiq
Mobil-mobil yang antre di jalan Kedondong, Tegalsari, Surabaya, untuk menjemput para siswa di sekolah tersebut. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Jalan yang sempit di kampung jalan Kedondong, Kelurahan Tegalsari, Surabaya makin semrawut saat pagi dan jam pulang sekolah karena banyaknya mobil yang masuk dan keluar 

Belakangan jalan kampung itu makin semrawut karena aktivitas antar jemput siswa sebuah sekolah swasta di lokasi itu.

Persis di jalan masuk kampung ini memang terdapat sekolah dengan jumlah siswa yang tak sedikit.

Namun sebagian besar mereka diantar kendaraan pribadi untuk sampai ke sekolah itu. Tidak hanya saat berangkat, saat pulang sekolah, sekitar jam 14.00 suasana kampung kembali semrawut karena banyak mobil parkir di akses kampung tersebut. 

"Ada sekolah Mawar Saron yang bikin kampung ini tak nyaman. Kalau pagi warga kampung kesulitan keluar karena ratusan mobil parkir dan mengantar siswa sekolah di situ," keluh Ketua LKMK Kelurahan Tegalsari, Toyib, Kamis (21/9/2017).

Sebagai pemilik kampung, warga Tegalsari seakan dipaksa mengalah atas keberadaan sekolah tersebut. Bahkan di lokasi yang sama juga ada aktivitas peribadatan yang juga bikin macet dan semrawut. 

Akibat situasi itu, warga Tegalsari di sejumlah RW protes agar ada solusi terbaik atas situasi itu. Mereka Kerap mendatangi kelurahan dan Muspika atas situasi itu.

Warga pun berinisiatif mempertemukan pihak lembaga pendidikan swasta itu dengan Muspika.

Diki warga Tegalsari yang lain mendesak agar pihak sekolah membuat areal parkir di dalam gedung sekolah.

"Bukan di jalan umum kampung yang dijadikan areal parkir banyak mobil. Saat warga hendak keluar kampung malah tersisih," ucap Diki. 

Halaman
12
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help